NasionalRealita

1 Syawal Dirayakan dengan Pesta Miras dan Sex

MediaDesa.idTASIKMALAYA. Hari Raya Idul Fitri nyatanya tidak semua dirayakan dengan khidmat melalui takbiran di masjid-masjid oleh beberapa masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak muda. Atau dengan berkumpul bersama sanak keluarga yang sekian lama tidak bertemu.
Justru bagi sebagian kelompok masyarakat, khususnya remaja banyak yang salah kaprah memilih merayakan dengan sebuah perbuatan yang sangat bertolak belakang dengan norma agama, salah satunya melakukan hubungan sex bebas dan pesta miras.
Contohnya dengan meningkatnya angka penjualan kondom di sejumlah minimarket, apotik, toko obat dan beberapa warung yang menyediakan beberapa jenis alat kontrasepsi di wilayah sekitaran Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Entah apa sebabnya yang melatarbelakangi meningkatnya angka penjualan kondom tersebut, namun demikian, ini menjadi PR bersama pemerintah, tokoh agama dan masyarakat untuk ikut andil membina dan merubah akhlak pemuda yang kian hari sangat memperhatinkan. Belum lagi sampai disitu, nyatanya miras pun menjadi pilihan alternatif mereka. Salah satunya dengan meningkatnya jumlah penjualan Alkohol 70% di banding miras bermerk di sejumlah warung dan apotik. Entah apa yang menjadi dasar begitu mudahnya sejumlah warung dan apotik bisa leluasa menjual Alkohol tersebut secara bebas kepada anak remaja.
Salah satu Tim Media Desa hanya berhasil mengetahui alasan kenapa Alkohol 70% lebih laris dibanding minuman beralkohol yg bermerk. Dari informasi yang kami himpun ternyata dari segi harga yang menjadi pertimbangan mereka lebih memilih alkohol 70% dibanding minuman-minuman bermerk lainnya.

“Pletok itu lebih murah, dan bisa di oplos sesuai selera kita. Untuk mendapatkannya pun tidak terlalu sulit, cukup kami menyuruh teman yang lebih tua untuk membelinya, yah dengan alasan untuk obat pun cukup membuat pihak apotik mengerti”, Tutur AR remaja tanggung yang berhasil di temui oleh Tim Media Desa, pada hari Kamis (6/14).

Setelah dirasa cukup untuk menggali informasi terkait maraknya minuman keras di malam takbir, kami menjelajahi ke beberapa titik minimarket dan apotik di beberapa daerah Tasikmalaya untuk mengetahui terkait alat kontrasepsi yang laris terjual bak kacang goreng itu.
Dari hasil penelusuran kami, memang benar adanya bahwa di malam takbir kondom menjadi barang yang begitu banyak diminati.
“Betul, biasanya di hari-hari biasa cuma habis beberap set, tapi menjelang malam takbir, bisa habis sampai puluhan”. Tutur Kasir WN kepada Tim Media Desa.

Baca Juga  Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Laut Jawa

Dari sekian jenis merk, Su#ra-lah yang paling laris, dan alasan ekonomis menjadi pertimbangan mereka membeli kondom merk ini. Padahal di rak-rak minimarket tersebut masih banyak jenis kondom yang berjejer dengan berbagai jenis dan merk baik lokal maupun prodak luar seperti Du#ex, Fi#sta, Oka#oto dan Sag#mi.
Mereka yang membeli kondom kebanyakan masihlah berusia muda. Bahkan, ada yang tergolong masih pelajar.
“Rata-rata mereka yang membeli masih muda-muda, ya sekitaran umur anak SMA lah, walaupun ada beberapa yang beli di kalangan orang dewasa juga”. Tegas salah satu pekereja Minimarket tersebut kepada Tim Media Desa. (Usep Ruyani)

loading...
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close