Desa

10 Tahapan Pengelolaan Sampah di Kawasan Pedesaan

Masalah pengelolaan sampah tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja, namun kini sampah telah menjadi problem baru bagi masyarakat desa yang jauh dari kebisingan kota.

Hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah masih sangat rendah, sehingga diperlukan inovasi dan kampanye pengelolaan sampah agar kelestarian alam pedesaan masih dapat dinikmati hingga generasi manusia dimasa yang akan datang.

Disarikan dari berbagai sumber tim redaktur media desa menyusun 10 tahapan menyelenggarakan sistem pengelolaan sampah di kawasan pedesaan.

Tahapan ini harus dilalui untuk mempermudah pemerintah daerah dalam menentukan metode pengelolaan sampah yang tepat dengan kondisi kawasan masing-masing.

Adapun tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan survei dan investigasi terhadap kawasan yang akan diselenggarakan sistem pengelolaan sampah. Tahapan survei yang akan dilakukan adalah survei kondisi eksisting dan survei jumlah dan kepadatan penduduk.
  2. Kemudian pemerintah daerah menentukan metode yang akan digunakan untuk mengelola sampah di kawasan pedesaan, penentuan didasarkan oleh aspek sosial budaya di masyarakat, kondisi geografis, dan kemampuan dari pemerintah daerah untuk operasional dan pemeliharaan.
  3. Setelah metode ditentukan, kemudian memberikan sosialisasi ke masyarakat sekitar untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai rencana penyelenggaraan pengelolaan sampah di daerah tersebut.
  4. Penyelenggaraan sistem persampahan dilakukan dengan cara membangun dan atau memberikan prasarana dan sarana sesuai.
  5. Setelah prasarana dan sarana pengelolaan sampah di kawasan pedesaan selesai diselenggarakan, selanjutnya pemerintah daerah dapat melakukan pendampingan dan pemantauan untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah berjalan dengan baik dan benar, serta unit pengolah sampah difungsikan sehingga sampah-sampah di kawasan pedesaan tertangani dengan baik.
  6. Tahapan selanjutnya adalah melakukan survei dan investigasi terhadap kawasan yang akan diselenggarakan sistem pengelolaan sampah. Tahapan survei yang akan dilakukan adalah survei kondisi eksisting dan survei jumlah dan kepadatan penduduk.
  7. Kemudian pemerintah daerah menentukan metode yang akan digunakan untuk mengelola sampah di kawasan pedesaan, penentuan didasarkan oleh aspek sosial budaya di masyarakat, kondisi geografis, dan kemampuan dari pemerintah daerah untuk operasional dan pemeliharaan.
  8. Setelah metode ditentukan, kemudian memberikan sosialisasi ke masyarakat sekitar untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai rencana penyelenggaraan pengelolaan sampah di daerah tersebut.
  9. Penyelenggaraan sistem persampahan dilakukan dengan cara membangun dan atau memberikan prasarana dan sarana sesuai dengan metode yang telah ditentukan.
  10. Setelah prasarana dan sarana pengelolaan sampah di kawasan pedesaan selesai diselenggarakan, selanjutnya pemerintah daerah dapat melakukan pendampingan dan pemantauan untuk memastikan bahwa sistem pengelolaan sampah berjalan dengan baik dan benar, serta unit pengolah sampah difungsikan sehingga sampah-sampah dikawasan pedesaan tertangani dengan baik.
Baca Juga :  Wow! Kepala Desa Dibagi Motor NMAX

Penulis : Mesa

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: