Desa

100 Desa Wisata Dapat Suntikan Dana 18,5 Miliar

MAGELANG – Pengembangan desa wisata menjadi salah satu program yang terus digenjot pemerintah melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sekaligus Kementerian Pariwisata. Pasalnya, desa wisata terbukti mampu menciptakan lompatan ekonomi sekaligus sosial bagi warga desa wisata sekaligus membuat pariwisata Indonesia semakin kuat di mata dunia.

Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan dana stimulan sebesar Rp 18,5 miliar untuk mendukung pengembangan desa wisata di 35 kabupaten dan kota di daerahnya.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Sinung Nugroho Rachmadi mengatakan bahwa dana yang diambil dari APBD 2020 ini akan dikucurkan berdasarkan tiga kategori desa wisata: maju, berkembang dan rintisan.

“Untuk desa maju sebesar Rp 5 miliar, desa wisata berkembang Rp 500 juta, dan desa wisata rintisan sebesar Rp 100 juta,” jelas Sinung di Hotel Artos Magelang, Kamis (6/2/2020). Dikutip dari kompas.

Sudah ada 100 desa wisata di Jawa Tengah yang terverifikasi untuk diberikan dana ini. Adapun rinciannya adalah lima desa wisata maju, 10 desa wisata berkembang dan 85 desa wisata rintisan.

Dikatakan Sinung, bantuan ini baru mencakup 30 persen dari total 335 desa wisata yang masih eksis di Jawa Tengah.

Bantuan dana stimultan ini diharapkan mendorong percepatan atau pengembangan desa wisata melalui kemitraan dengan pihak swasta.

“Harapannya dengan dana stimulan dari APBD provinsi itu akan memberikan dorongan kepada APBD kabupaten/kota untuk juga memberikan pendampingan kepada desa wisata, bukan hanya sekadar penetapan saja,” kata Sinung.

Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga berencana merevitalisasi Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Revitalisasi yang dimaksud adalah membuka kesempatan kepada mitra, termasuk BUMN, BUMD, maupun swasta agar turut terlibat dalam pengembangan Balkondes.

Baca Juga :  Di Desa Peninggaran Ada Program Ronda Ibu Hamil

Rencana ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, saat ini tidak sedikit Balkondes yang sekadar terlihat ramai ketika ada event. Di luar itu, Balkondes tidak berjalan maksimal.

“Yang kami revitalisasi ini kebanyakan adalah Balkondes yang eksis ketika ada event saja, setelah itu tidak ada apa-apa,” kata Sinung.

“Kami juga mendorong pihak swasta untuk terlibat, dan kerja samanya bisa dilakukan oleh manajemen Balkondes itu sendiri,” lanjutnya.

Untuk diketahui, saat ini ada sekitar 20 Balkondes yang tersebar di Kecamatan Borobudur.

Balkondes merupakan wujud sinergi BUMN dengan masyarakat untuk mendukung industri pariwisata di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Penulis : Mesa
Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: