Peristiwa

2018 Saja, Kekerasan Terhadap Perempuan Mencapai 259.150 Kasus

TASIKMALAYA – Indonesia belum ramah terhadap perempuan. Terbukti di tahun 2018 saja, kekerasan terhadap perempuan nencapai 259.150 Kasus.

Hal itu diungkap Fasilitator dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Hariroh Ali bahwa meski Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 secara jelas memuat jaminan perlindungan terhadap warga negara termasuk perempuan, kekerasan masih sering terjadi.

“Data ini tahun 2018 yang kami catat,” kata Riri saat Workshop Komnas Perempuan dan Jaringan Advokasi Jabar di Horison Hotel Kota Tasikmlaya, 30 November-1 Desember 2018.

Menurut Riri, kekerasan tersebut tersebar di 34 provinsi Indonesia sehingga perlu dukungan dan perhatian khusus agar kasus itu sedikit demi sedikit tak terjadi.

“Maka mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan penegakan hak-hak asasi manusia perempuan serta meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan suatu keharusan,” ujarnya.

Fasilitator dari Jaringan Advokasi Jawa Barat, Wawan membahas isu keberagaman dan pendampingan advokasi tentang HAM. Ia berharap selepas Workshop ada langkah baru dalam menanggulangi kekerasan terhadap perempuan di wilayah Jabar Selatan.

“Jaringan Advokasi Jawa Barat terbentuk empat tahun lalu dengan dua puluh satu lembaga jaringan advokasinya. Ada apa-apa bisa kami dampingi,” tuturnya.

Dilain pihak, aktivis Lingkar Kajian Hak Asasi Manusia (LKHAM), Atang Setiawan mengakui kampanye konstitusi soal perempuan kerap dianggap tabu. Maka LKHAM pasti siap mendampingi atau menjadi fasilitator terhadap isu-isu kekerasan terhadap perempuan ini.

Workshop Kekerasan Terhadap Perempuan ini selain diikuti para akademisi, juga pengurus ormas sipil dari enam wilayah Kota Kabupaten di Priangan Timur.

(Imam Waridin)

Baca Juga  LBH Ansor Tuntut Pemkab Dan Pemprov Bangun Sarana Prasarana Layak Huni Pengungsi
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close