NasionalReligi

300 Paham Keagamaan Berkembang Di Indonesia

TASIKMALAYA – Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariat Kementerian Agama RI, Dr. H Ahmad Junaidi, M.A mengatakan 300 paham keagamaan berkembang di Indonesia. Dan akan terus bertambah seiring perkembangan jaman.

“Hasil Litbang kami sudah ada 300 paham dan keagamaan berkembang di Indonesia. Ini akan jadi PR besar kami bagaimana keberagaman tidak menimbulkan konflik,” kata Ahmad saat membuka acara Temu Konsultasi Masalah Aktual dalam Bidang Bina Paham Keagamaan Dan Penanganan Konflik di Hotel Harmoni, Jalan R. Ikik Wiradikarta Kota Tasikmalaya, Minggu, 4 November 2018.

Menurut Ahmad yang bertindak mewakili Direktur Jendral Bimas Islam Kementrian Agama RI ini Bina Paham keagamaan dan Penanganan Konflik salah satu subjek baru, yang harus direspon masyarakat. Sehingga, ujarnya, temu konsultasi masalah aktual harus sering dilakukan dengan menyentuh masyarakat terbawah.

Ahmad pun mengingatkan bahwa agama tidak boleh di campur adukan dengan hal-hal lain agar agama bisa jadi rahmatan lil alamin. Pasalnya dalam Islam ada ada Maqasidu Syariah yang harus di pahami yaitu tentang memelihara agama (Hifdz al Dzin), memelihara diri (Hifdz al-Nafs), memelihara keturunan dan kehormatan (Hifdz Al-nas/irdl), memeliahara harta (Hifdz al-Mal).

Bilamana paham keagamaan tidak sesuai dengan maqasidu syariah, harus dihindari. Apalagi sampai mengingkari Al-qur’an dan Hadist,” ucapnya.

Ketua panitia, Kasubdit Bina Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik, Hj. Siti Nur Azizah mengatakan Umat Islam secara umum dikelola dengan perinsip-perinsip manajemen pencapaian tujuan hidup bermasyarakat.

Namun jika tidak mampu menghadapi tantangan sosial dan perubahan-perubahan sosial masyarakat dalam derasnya arus informasi akan memperlemah pemahaman akan Islam itu sendiri.

“Maka kegiatan ini dalam rangka memberikan wawasan dan pengetahuan kepada tokoh masyarakat, pejabat kementrian agama, penyelenggara syariat, penyuluh agama, kepala KUA, serta lintas sektorat dalam menangani berbagai paham keagamaan yang bermasalah,” tuturnya.

Baca Juga  PMII STAI Al-Ma'arif Ciamis Peringati Isra Mi'raj di Desa Imbanagara Raya

Putri Kiai Ma’ruf Amin ini pun menyampaikan temu konsultasi ini salah satu desain program pemberdayaan umat sebagai wujud moderasi Islam bagi para korban paham keagamaan bermasalah dalam rangka mencipatakan keharmonisan beragama.

Temu Konsultasi Masalah Aktual dalam Bidang Bina Paham Keagamaan Dan Penanganan Konflik yang bekerjasama dengan Kemenag Kota Tasikmalaya ini dihadiri 50 peserta terdiri dari unsur para tokoh agama, pejabata kementrian agama peneyelenggara syariat, MUI, dan ormas Islam se-kota tasik/kabupaten dan sekitar Jawa Barat. (Imam Waridin)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close