Desa

36 Calon Kepala desa Se-Kota Banjar Akhiri Masa Kampanye

BANJAR-Sebanyak 36 calon kepala desa (kades) dari 11 desa yang menggelar pilkades di Kota Banjar mengakhiri masa kampanye Minggu (27/10/2019). Yang paling ramai adalah Pilkades di Desa Raharja Kecamatan Purwaharja. Penyelenggara Pilkades serentak itu digelar di di Kecamatan Banjar meliputi Desa Balokang, Cibeureum, dan Desa Neglasari, Kecamatan Pataruman meliputi Desa Binangun, Muklasari, Karyamukti, dan Desa Batulawang, di Kecamatan Langensari meliputi Desa Langensari dan Waringinsari, sedangkan di Kecamatan Purwaharja meliputi Desa Raharja dan Mekarharja

Salah satu calon Kades Raharja Mamat Abidin menyatakan kesiapannya menyampaikan visi misi dalam masa kampenye Pilkades, dengan pola dan tata cara yang telah ditentukan pihak panitia.

Dia pun mengaku, dalam upaya meraih simpati dan dukungan massa, dirinya dibantu para warga pendukung atau botoh. Bahkan, warga pendukungnya yang lebih banyak bekerja. Setiaman berharap dirinya masih diberi kepercayaan oleh warga untuk kembali memimpin Desa Neglasari.

Dalam pencalonan kades kali ini, Mamat Abidin mengaku dirinya tidak melakukan janji-janji muluk terhadap warga untuk meraih simpatinya, apalagi sampai berani melakukan kontrak politik.

“Tak ada yang namanya kontrak politik dengan warga secara khusus. Jika melakukan hal itu, takutnya saya tidak mampu merealisasikan ketika terpilih nanti. Terpenting saya siap melaksanakan pengabdian dan berjuang bersama sesuai visi misi yang dibuat,” katanya

Di lain tempat, salah satu calon Kades Balokang, Jaja Hanaedi, juga mengatakan hal serupa, bahwa dirinya tidak melakukan kontrak politik apapun dengan sebagian atau sekelompok warga, namun siap berjuang bersama warga demi kemajuan desanya.

“Tak ada kontrak politik apapun dengan warga, yang tertanam saya ingin bagaimana pembangunan di Desa Balokang ini berkembang. Dalam kampanye besok, akan saya sampaikan visi misinya,” kata Jaja.

Baca Juga :  Prihatin..! ICW Temukan 49 Kasus Korupsi Dana Desa

Dalam pilkades di Batulawang, Erik Budiana, mengaku kalau dirinya mencalonkan sebagai kades karena ingin bermanfaat, baik bagi warga Desa Batulawang maupun dirinya sendiri. Semua itu semata-mata demi peningkatan kapasitas dan ekonomi Desa Batulawang.

“Kalau untuk kontrak politik, tak ada itu. Sangat riskan dan takut malah jadi bumerang. Terpenting mengalir apa adanya, ikhtiar saja. Semoga ada kesempatan memimpin Desa Batulawang,” pungkasnya. (dab)

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: