Sejarah

Ada Gerbang Keraton Ratu Kidul Di Batu Hiu?

PANGANDARAN – Dalam Ilmu Pengetahuan dikenal Ilmu Fisika dan Metafisika. Atau menurut Islam adanya Alam Nyata (terlihat) dan Ghaib (tidak terlihat).

Begitupun di wilayah Pantai Batu Hiu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, diyakini ada gerbang keraton menuju kerajaan laut Kanjeng Ratu Kidul.

Masyarakat boleh percaya atau tidak, namun bagi warga Batu Hiu Kampung Golembang Desa Ciliang, Didin Saefudin (64), keberadaan penguasa laut diyakini adanya sehingga dibangunnya Gerbang Lawatan (Liliwateun) sebagai tanda pintu masuk Keraton Ratu Laut.

Biaya yang dikeluarkan cukup lumayan mencapai Rp 19 juta yang dibangun tahun 2010. Tanpa bantuan siapa-siapa, kecuali untuk pagar sepanjang 40 meteran diperoleh dari sumbangan Universitas Galuh Ciamis.

Siapa saja yang lewat jalan tersebut akan tertegun, penasaran dan angker karena gerbang menyerupai keraton dengan berelief Ular Naga, Kujang dan Dua Sayap Burung Garuda

Ketika sunami, istri Didin, Sumirah (75) melihat ular hijau bercahaya memasuki pelataran rumah. Maka gerbang itu juga diberi relief ular naga. Adapun kujang yang menjulang keatas disimbolkan pusakanya orang Sunda, termasuk sayap burung garuda sebagai lambang Negara Indonesia.

Tidak ada niat apa-apa kenapa dibangun gerbang tersebut. Didin sempat akan merobohkannya karena sering disalah gunakan dengan yang memberi minyak wangi sampai disembah-sembah.

“Maksud saya karena gerbang itu tempat keluar masuk pelepasan penyu saja, bukan untuk dipuja-puja. Kita meyakini ada mahluk ghaib, tapi keyakinan tetap pada Allah SWT,” ujarnya.

Kenapa membangun gerbang bak pintu keraton pun, kata Didin, karena melihat kereta kecana putih keluar dari tempat yang sekarang dibangun gerbang. Termasuk anak Didin mengaku melihat juga bahkan hampir tiap malam mendengar detak sepatu kuda tapi ketika dihampiri suaranya mengecil ke laut.

Baca Juga :  Karomah Mbah Saribanon

Didin juga tidak berniat apa-apa tapi sebatas memperindah tempat pelepasan penyu yang selalu dipanjatkan setiap berdo’a.

“Saya selalu berdoa meminta tempat ini barokah. Saya mengalami proses hidup dari gelandangan. Saya tidak memusuhi makhluk ghaib, tapi saya menghargainya. Yang jelas gerbang ini jalan keluar masuk pelepasan penyu yang saya cita-citakan sejak lama,” kata dia.

Kini gerbang “liliwateun” yang diyakini Gerbang Keraton itu menghiasi jalan pesisir jalan pantai Batu Hiu, setelah patung Ikan Hiu sebagai tanda khusus wisata Pantai Batu Hiu.

(Jani Noor)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close