Wisata

Ada Pantai Eksotis di Desa Terpencil

SIAU – Pantai Timbako, pantai ya berada di salah satu desa di Siau.
Sesuai dengan keadaan kampungnya yang mungil, kampung ini diberi nama Kampung Mini. Kampung ini adalah salah satu kampung dari sekian banyak kampung yang tergabung dalam wilayah administrasi Kecamatan Siau Barat Utara.

Pemberian nama “Mini” berkaitan dengan suhu air yang ada di pantai. Pantai ini juga menjadi satu tempat wisata andalan Sitaro yang dikenal dengan nama Pantai Timbako yang airnya bersuhu hangat.

Pantai Timbako memang istimewa karena mempunyai air yang hangat, bahkan disaat dan di bagian tertentu airnya memanas. Tak heran warga sering datang berbondong-bondong. Berendam dan merasakan sensasi sauna dengan pemandangan laut lepas.

Uniknya, biasanya air hangat di tempat lain bau belerang tetapi di pantai ini tidak. Karena berasal dari gunung bukan cuma hangat tapi hangat sekali. Bahkan karena ada cahaya matahari terkadang warnanya berubah.

Selain itu, pemberian nama ‘Mini’ berkaitan dengan Pantai Timbako dikarenakan pada saat itu masyarakat yang ingin mandi atau berendam sehabis melaut atau masyarakat yang suka mandi air laut selalu mencari air yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Masyarakat Siau dengan bahasa di daerahnya menyebut air yang bersuhu hangat/suam-suam kuku ini dengan istilah “meini”. Didasari dengan kebiasaan masyarakat yang mengistilahkan meini maka tempat ini dinamakan Mini.

Lebih lanjut, kepala desa Mini yang mengelola objek wisata ini Pitheim Bastian Gandaria mengatakan panas yang mengalir ke laut ini akibat pengaruh panas Gunung Karangetang.

“Air panas yang lain di Siau Barat Utara tidak semua ada. hanya di kampung ini dan kampung sebelah,” jelas Pitheim.

Pantai Timbako ini memang dikelola oleh Desa Mini menggunakan dana desa sejak tahun lalu. Kepala desa Pitheim Bastian Gandaria mengatakan dia bersama masyarakat membuat perencanaan dan tata kelola pantai ini. Sebagai langkah awal, desa sudah membuat fasilitas toilet dan juga tempat parkir.

Baca Juga  Kolam Renang Zaman Kolonial Belanda yang Masih Eksis Sampai Sekarang

“Ini memakai anggaran dana desa tahun 2018 anggaran sebesar Rp 400 sekian juta. Itu 30 persen dari dana desa itu,” kata Pitheim.

Warga Kampung Mini sangat terkenal dengan keuletan dan ketelatenan dalam bekerja. Sebagian besar warga menggantungkan hidupnya dari hasil laut atau tangkapan ikan. Nah, untuk bisa sampai di Kampung Mini, kamu harus menempuh jarak dari ibukota kabupaten kira-kira sejauh 4 kilometer dan kira-kira 2 kilometer dari pusat kecamatan Sibarut.

Penulis : Mesa

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close