Peristiwa

Aktivis Perempuan Galang Aksi Bantu Korban Banjir

TASIKMALAYA – Demi membantu korban longsor dan banjir di jabodetabek, Yayasan Batari bersama Aktivis Perempuan dan Mahasiswa membentuk program Aksi Simpatik dan Solidaritas.

Berdasarkan informasi yang masuk, korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bogor masih sangat membutuhkan uluran tangan para donatur karna masih ada beberapa titik yang belum tersentuh sama sekali oleh pemerintah setempat.

” Atas dasar itulah kami tergerak untuk membantu sahabat-sahabat korban longsor dan banjir dengan cara kami. Selain tentunya perlu ada penanganan khusus dari pemerintah untuk meminimalisir terjadinya banjir yang berulang. Karna tercatat kali ini adalah banjir terbesar”. Tutur ketua koordinator aksi, Ulfah Hasanah.

Aksi ini sudah di dideklarasikan beberapa hari lalu. “Kami sebetulnya sudah open donasi sejak minggu lalu yang gencar disebar lewat media sosial, namun untuk aksi turun ke jalanan baru hari ini.” katanya.

Aksi simpatik dan solidaritas terhadap korban bencana longsor dan banjir di Jabodetabek dilakukan Batari bersama sejumlah aktivis Perempuan PMII. Aksi untuk mengumpulkan donasi dilakukan di seputaran pusat kota dan beberapa titik keramaian.

“Aksi ini dilakukan di tiga titik pusat keramaian, yaitu sepanjang jalan Car Free Day (Cilembang), Taman Kota dan Dadaha.” Lanjut Ulfah.

Sembari membawa kotak donasi, para aktivis mahasiswa dan relawan, mengajak masyarakat di Kota Tasikmalaya untuk memberi sumbangan bagi korban bencana.

Ketua Yayasan Batari, Sisca Sukmawati menyebutkan jika aksi mereka untuk menggugah masyarakat, untuk bersama-sama meringankan beban para korban bencana Banjir dan longsor yang terjadi di jabodetabek beberapa waktu lalu yang memakan korban jiwa dan kerusakan sejumlah sarana prasarana.

“Kami ingin menggugah rasa kemanusiaan masyarakat di Kota Tasikmalaya untuk membantu para korban,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Jadi Sarang Narkoba, Lapas Ciamis Tertutup kepada Wartawan

Selain berupa uang, kami juga kemarin sudah mengirimkan kebutuhan sandang seberat 25kg untuk para korban yang dikirim melalui jasa logistik.

Sebelumnya, dilansir dari CNN Indonesia, 15 ribu warga harus mengungsi Akibat banjir dan longsor di Bogor. Jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi berangsur pulang ke rumah masing-masing pada Minggu (5/1). Namun jumlah pengungsi di Kabupaten Bogor tercatat mengalami peningkatan signifikan menjadi 15 ribu orang.

Berdasarkan data rekapitulasi dampak banjir dan longsor yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dikutip di Jakarta, Senin (6/1), jumlah total pengungsi di seluruh wilayah Jabodetabek per tanggal 5 Januari 2020 pukul 23.00 WIB sebanyak 7.699 KK dengan 35.502 jiwa dari sebelumnya tanggal 4 Januari pukul 18.00 WIB sebanyak 39.102 KK dengan 92.261 jiwa.

Sementara untuk korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor juga bertambah dari yang sebelumnya 60 jiwa pada Sabtu (4/1) menjadi 66 jiwa pada Minggu (5/1).

Penulis : Mesa

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: