Sosok

Anak Desa yang Sukses Menjadi Guru Besar di Amerika

MediaDesa.id – Deden Rukmana adalah sosok yang pantas untuk dibanggakan bagi warga Jawa Barat (baca;sunda), dia adalah seorang profesor Studi Perkotaan dan Perencanaan di Savannah State University, Georgia. “Ayah saya asli orang pelosok Desa yang ada di daerah Panjalu-Ciamis tepatnya di Dusun Maparah, tapi saya tetap bangga menjadi orang sunda walaupun saya jadi guru besar di Amerika”. Hal itu dia sampaikan dalam sesi perkenalannya acara seminar yang selenggarakan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Pasundan di gedung Pasca Sarjana Universitas Pasundan jalan Sumatra no. 41 Bandung. Dia menambahkan bahwa bangga atas jati diri itu penting, percaya diri dan tidak perlu malu menjadi orang sunda.

Dalam kesempatan tersebut berbagai pertanyaan diajukan yang pada intinya terkait dengan pesimisme eksistensi ilmuwan Indonesia dengan adanya aturan pemerintah yang mempermudah Profesor asing bekerja di Indonesia.
Atas pertanyaan tersebut dia sampaikan bahwa sebagai tuan rumah di negeri ini, kita tidak perlu takut dengan kemudahan tenaga kerja asing khususnya dalam pendidikan, tapi kita harus menyiapkan kemampuan kita, kita tidak perlu takut lahan perkerjaan dan sumber ekonomi kita diambil orang asing, tapi harus mampu mencetak diri kita bukan hanya sebagai buruh rendahan, tapi menjadi seorang manager. “Sesuatu yang besar hanya dapat si raih dengan keinginan yang besar, dengan mimpi yang besar tanpa itu semua someting else”, tegasnya dalam seminar yang diikuti oleh para Dosen dengan tema “Persiapan Penulisan Publikasi Internasional dan Membangun Kerjasama Penelitian yang Bersinergi dengan Seluruh Ilmuwan Diaspora Sedunia” yang diselenggarakan pada hari Jumat 6/7/2018.

Berbeda dengan penanya sebelumnya, seorang peserta menanyakan bahwa dirinya merasa selalu tidak dapat keluar dari cara dan teknik pemikiran desertasi dan dirasa tidak berkembang. Dia menanggapi pertanyaan ini dengan membeberkan satu konsep, “Suatu pemikiran harus terus dikembangkan dengan cara membuka diskusi dua arah yang terbuka bersama profesor, teman seprofesi maupun mahasiswa.”

Menulis adalah sesuatu yang sulit tapi menyenangkan, perlu usaha untuk menumbuhkan kebiasaan yang terbaik untuk menulis. Kebiasaan ini tidak dapat dilakukukan dengan pendekatan perilaku bersama diri sendiri tetapi kita perlu teman yang dapat mengingatkan kita untuk konsisten untuk menulis.

Untuk mengasah kemampuan menulis diperlukan langkah-langkah yang dapat mengasah kemampuan untuk menulus “jadwal menulis saya setiap hari senin dan rabu, didua hari penuh itu saya tempahkan waktu untuk menulis” demikian tips yang disampikan untuk mengasah kemampuan seorang untuk menulis. (AIH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: