Anggaran Tasik Motekar Mencapai Miliaran, Konsultan: Bohong, 85% Swadaya Masyarakat

oleh -

TASIKMALAYA- Konsultan Tasik Motekar 2019 Muhajir Salam membantah anggaran penyelenggaraan Tasik Motekar (Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-387) mencapai milyaran rupiah, ia menegaskan bahwa anggaran penyelenggaraan HUT Kabupaten Tasikmalaya hanya Rp.300 juta.

“Anggaran peringatan hari jadi itu hanya Rp.300 juta bersumber dari APBD, itu dikelola oleh pihak ke-3 dan itu sifatnya LS kan, setelah selesai kegiatan baru dibayar, oleh pihak ke-3nya itu sekitar Rp.200 jutaan lah, itu dikelola oleh dinas parawisata, jadi tidak dikelola oleh panitia secara keseluruhan,”terangnya saat dihubungi Media Desa, Selasa (23/7/2019).

Muhajir menegaskan bahwa isu yang beredar terkait anggaran Tasik Motekar mencapai 2,2 M adalah bohong.

“Enggaklah, 2.2 M itu konsep meren, panitia menyediakan konsep, bahwa konsepnya begini nilainya sekian, pada akhirnya kan menyesuaikan,”

Muhajir bahkan mengatakan bahwa pembiayaan peringatan hari jadi kabupaten Tasikmalaya 85% dibiayai dari swadaya masyarakat.

“Untuk pembiayaan 85% dibiayai oleh swadaya masyarakat yang berpartisipasi dan peduli terhadap identitas Kabupaten Tasikmalaya, baik perusahaan, perorangan, dan lain-lain, kalo gak percaya konfirmasi ajah ke anggota dewan, bener teu aya anggaran hari jadi mencapai 2 miliar?, pelaksanaan itu ya disesuaikan dengan dana yang terhimpun, itu yang saya tahu”

Di sisi lain Ketua KNPI Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna mengatakan bahwa peringatan hari jadi kabupaten Tasikmalaya yang ke-387 kali ini tidak ngena pada esensi hari jadi yang sesungguhnya.

“Esensi peringatan hari jadi kabupaten Tasikmalaya yang ke-387 ini seharusnya berdampak kepada masyarakat, tidak hanya jadi ajang ceremonial, karena dari dulu terus terjadi kan perdebatan terkait 16 Juli 1633 atau 21 Agustus 1911, kan itu juga masih belum tersosialisasikan dengan baik terkait tanggal hari jadinya kabupaten Tasik”

Baca Juga :  RK Tak Serius Sikapi Isu Lingkungan di Jawa Barat

Padahal menurutnya terkait perubahan penanggalan hari jadi Kabupaten Tasikmalaya telah tertera dalam Perda Kabupaten Tasikmalaya dari tahun 2015

“Padahal ini kan sudah berjalan dari 2015, 2015 itu kan ada perubahan perda terkait hari jadi, nah saya rasa belum tersampaikan dengan baik,”

Walaupun begitu Nana juga tidak menapikkan bahwa kegiatan HUT Kabupaten Tasikmalaya ini mempunyai dampak positif dari segi pengembangan ekonomi masyarakat.

“Dari sisi ekonomi mungkin iya sebagian masyarakat ikut terlibat jualan dan lain sebagainya juga terkait pengembangan agro bisnis yah, disana terdapat beberapan stan kopi, itu sisi positifnya”pungkasnya.

Penulis: Budi

Editor: Mesa

Berikan komentar