Asal Catut Logo Organisasi, Forum Umat Islam Ciamis Terancam Dipolisikan

oleh -

CIAMIS – Beredar pamlpet ajakan mengadakan aksi solidaritas terhadap muslim Uigur pada hari Jum’at 3 Januari 2020, pamplet yang menatasnamakan Forum Umat Islam Ciamis Peduli Uigur ini mencantumkan beberapa logo Organisasi Kemasyarakatan, diantaranya Muhamadiyyah, PUI, Nahdlatul Ulama, GMBI, HAMIDA, DMI, KAMMI, GIBAS, HAMIDU, FPI dan PMII.

Terkait hal tersebut Ketua PC PMII Kabupaten Ciamis Irsal Muhammad menyangkal bahwa pihaknya terlibat dalam aksi tersebut. Ia menegaskan tidak terlibat dalam aksi yang digagas oleh sebagian ormas yang mengatas namakan forum umat Islam Ciamis untuk aksi solidaritas peduli Uighur, dan menghimbau kepada seluruh anggota ataupun kader untuk tidak ikut aksi.

“Dalam hal ini kami atas nama organisasi PMII tidak bisa ikut terlibat dalam aksi tersebut. Karena ada beberapa permasalaha yang perlu PMII pertimbangkan, Kami tidak akan ikut terlibat dalam aksi tersebut dan kami menghimbau kepada seluruh kader dan anggota untuk tidak mengikuti aksi” ujar Irsal saat dikonfirmasi Media Desa.

Ia mengaku tidak pernah diajak musyawarah terkait kegiatan tersebut maupun terkait pencantuman logo PMII dalam pamplet yang telah tersebar luas.

“Kami atas nama organisasi pmii tidak pernah sedikitpun diajak bermusyawarah terlebih dahulu dalam kegiatan tersebut, pencantuman logo PMII digunakan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu bahkan izin terhadap organisasi PMII, kami sangat menyayangkan dengan hal tersebut, saya harap masyarakat maupun kader PMII tidak terpropaganda oleh media yang belum valid kebenarannya, bahkan pencatutan logo ini bisa kami laporkan ke pihak yang berwajib” tegasnya.

Menurut Irsal, ketika ada pengajakan dan pencantuman logo yang mengatasnamakan organisasi seharusnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu, karena merupakan etika dalam hubungan antar instansi/lembaga.

“Ini merupakan somasi awal bagi organ/ormas yang mencatut logo organisasi, dan tidak mengerti bagaimana birokrasi atau komunikasi yang baik antar kelembagaan yang terpimpin, lebih lanjutnya jika tidak ada klarifikasi akan kami laporkan ke pihak yang berwajib” pungkasnya.

Baca Juga :  97 Persen BLT Dana Desa Sudah Sampai ke Tangan Warga

Sementara itu Ketua Peradi Tasikmalaya Andi Ibnu Hadi yang juga merupakan alumni PMII mengatakan bahwa pencatutan logo tanpa persetujuan terlebih dahulu merupakan perbuatan melawan hukum dalam perspektif hukum perdata.

“Secara etika dan norma hukum yang hidup di masyarakat sudah dapat dikualifisir sebagai perbuatan melawan hukum dalam perspektif hukum perdata (pasal 1365 KUH Perdata) dapat dituntut kerugian material dan non materil” Terang Andi.

One thought on “Asal Catut Logo Organisasi, Forum Umat Islam Ciamis Terancam Dipolisikan

Berikan komentar