Peristiwa

Bantuan Logistik Sulit Disalurkan, Akses Ke Pengungsi Terhalang Reruntuhan

TASIKMALAYA – Hari kedua evakuasi korban bencana banjir bandang Cipatujah banyak temuan mengkuwatirkan. Selain para pengungsi hanya tinggal ditenda-tenda yang dibuat manual oleh Banser dan Tagana, akses kelokasi pun terhalang reruntuhan.

Misal di Dusun cikondang Desa Bojongsari Kecamatan Culamega, sekira 100 keluarga masih minim bantuan.

“Padahal banyak pengungsi perempuan yang masih punya bayi dan Ibu hamil,” kata Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslim yang terjun langsung meninjau lokasi bencana, Rabu, 7 November 2018.

Menurut Asep, akses menuju lokasi bencana juga masih terhalang reruntuhan sehingga bantuan logistik sangat susah disalurkan.

“Lokasi bencana dan pengungsian sangat terisolir karena jalan raya tertutup oleh longsor. Tadi saja saya dan sahabat-sahabat Ansor Banser harus berjalan kaki sejauh lima kilometer untuk tiba dipengungsian tersebut,” ujarnya.

Asep pun meminta Pemerintah segera menurunkan alat berat agar bantuan logistik bisa cepat sampai kekorban bencana.

“ Saya minta pemerintah segera menurunkan alat berat karena jalan raya terhalang reruntuhan tanah, agar bantuan bisa cepat tersalurkan,” tuturnya. (Budi Hartono)

Baca Juga  Karena Mengantuk, Kecelakaan Tak Dapat Dihindarkan
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close