©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Selasa, Juni 25, 2019
Politik

BEM PTAI Se-Priangan Timur Tolak People Power

TASIKMALAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (BEM PTAI) wilayah Priangan Timur turut menyikapi gerakan people power yang katanya akan digelar pada 22 Mei 2019 bertepatan dengan pengumuman hasil pilpres oleh KPU.

BEM PTAI Wilayah Priangan Timur menilai bahwa wacana people power tersebut merupakan gerakan inkonstitusi, maka demi menjaga kondusifitas di Jawa Barat terutama wilayah Priangan Timur BEM PTAI menolak dengan tegas wacana people power tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ridwan Farid Ketua Korwil BEM PTAI Se-Priangan Timur dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (18/05/2019).

“Saya tidak sepakat dengan adanya people power ini, karena bulan Ramadhan itu adalah bulan yang suci dan momen untuk mencapai ketakwaan yang sempurna, mempererat silaturahmi, menjauhi pertengkaran, dan tindakan lainnya, supaya mendapatkan keberkahan dan keridhoan dari Alloh SWT” ujarnya.

Bahkan pihaknya mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti gerakan pada tanggal 22 Mei tersebut karena menurutnya masyarakat seharusnya lebih memantapkan ibadah ruhaniyah di bulan Ramadhan ini agar lebih mendapatkan keberkahan dan keridhoan dari Allah SWT.

Menurutnya people power adalah pertarungan antara rakyat dengan pemerintah, sedangkan yang terjadi sekarang itu pertarungan antara elit politik dengan elit politik.

“Jangan kalian kotori dengan urusan yang kotor, ibadahmu dibulan suci ini akan sia-sia, untuk apa mengikuti people power ke Jakarta? Yang jelas-jelas itu bukan urusan agama, yang dinamakan people power itu perlawanan rakyat terhadap pemerintah, nah kalau ini pertarungan antara elit politk, yang ada juga mereka adalah korban politisasi”, Tutur Ridwan.

Ridwan juga menyayangkan ada tokoh masyarakat yang menyerukan untuk ikut gerakan people power ke Jakarta.

” Jikalau benar-benar ingin protes hasil KPU, coba berikan data yang valid dan nanti ajukan ke MK (Mahkamah Konstitusi), yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, jangan hanya memprovokasi masyarakat saja untuk tidak mempercayai KPU kemudian bikin gerakan people power, dan harus ingat juga bahwa KPU adalah lembaga resmi, jadi serahkanlah kepada KPU”.

Baca Juga  Kalah Pilpres, TKN Jamin Jokowi Tak Tinggalkan Jabar

Menurutnya, masyarakat itu jangan gampang terprovokasi dengan gerakan-gerakan yang sudah jelas-jelas gerakan politik, masyarakat hanya dijadikan alat saja, ia lebih menyarankan masyarakat lebih memperbaiki kualitas ibadah

“Menurut saya, masyarakat jangan gampang terprovokasi, mending memperbaiki kualitas ibadah menuju yang lebih baik lagi” tambahnya.

Ia mengajak semua pihak untuk menerima keputusan KPU RI apapun hasil pemilu pada 22 Mei nanti karena KPU merupakan lembaga resmi dan lebih mempunyai kewenangan.

“Dan saya himbau kepada seluruh warga masyarakat Priangan timur jangan ikut-ikutan berangkat ke Jakarta, mari kita jaga bulan suci ini dengan baik, semoga ibadah di bulan suci Ramadhan ini bisa di terima oleh Alloh SWT, amin” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan