Benjolan di Pohon Mewujudkan Cita-cita?

MediaDesa.id – Waktu itu masih berumur 19 tahun akhir masa studi di SMK tahun 2011. Di akhir tahun pelajaran yang terpikir adalah bagaimana melepas kepenatan selepas Ujian Nasional (UN) ―biar dianggap benar-benar mikir―. Iseng-iseng salah seorang teman mengajukan opsi untuk mengunjungi salah satu objek wisata sejarah di Ciamis yaitu Objek Wisata Ciung Wanara Desa Karangkamulyan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis. Sejuk, alam lestari, situs sejarah, benda-benda peninggalan masa lalu, yaitu Kerajaan Galuh. Situs sejarah Ciung Wanara sengaja dilestarikan dan sudah menjadi kawasan hutan kota. Setiap pengunjung selalu ditemani guide asli orang sana. Tugasnya hanya menjelaskan tentang sejarah dan benda-benda peninggalan kerajaan sehingga tambah pengetahuan. Asyik betulkan?.Pengunjung tidak akan dibiarkan begitu saja. Kecuali jika niatnya hanya melihat-lihat saja, tak lebih dari itu. Sehingga menambah rasa penasaran yang makin dalam dan akhirnya mendapatkan sumber referensi tentang sejarah asal muasal kerajaan Galuh. Dari hasil wawancara kami menemukan banyak hal yang unik seperti Mandi Minyak, Jantaka, dll.Sekilas ketika orang mendengar tentang Ciung Wanara pasti tertuju kepada peristiwa sabung ayam yang banyak diceritakan. Memang betul, disana ada lapangan lumayan luas yang dulu konon dijadikan tempat sabung ayam. Di dalam lapangan tersebut didapati pohon tegak menjulang tinggi kira-kira 40 meter. Di pohon itu juga terdapat benjolan sebesar kepalan tangan sekitar 150 cm jarak dari bawah pohon . Yang menarik, para pengunjung oleh guide disuruh untuk berdiri sekitar 10 langkah dari pohon sambil memejamkan mata. Lalu, si pengunjung diharuskan berjalan supaya bisa memegang benjolan tersebut. Menurut kepercayaan orang disana ketika berhasil menyentuh benjolan maka tercapailah cita-citanya dan memang jarang yg berhasil menyentuhnya. Seperti konyol memang, tapi itulah kepercayaan warga sekitar disana.Ternyata lama kelamaan guide-nya menjelaskan bahwa kenapa syarat menyentuh pohon tersebut harus memejamkan mata dengan jarak 10 langkah dari pohon? Karena disitu kita diuji seberapa besar keyakinan diri kita, seberapa lurus niat kita terhadap pencapaian sebuah cita-cita. Bukan pada berhasil memegang benjolan lalu terwujudlah cita-cita. Dan yang menarik pula sebelum berjalan dan sambil memejamkan mata harus diawali dengan basmallah. Disana dia juga menjelaskan jangan lupa segala apapun harus niatnya karena Allah SWT. Setelah itu baru saya mengerti dan cuma bisa bilang “oooohh, kitu”.(Miftah Farid)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close