Budaya

Bubur Syuro, Tradisi Ibu-ibu Bantarpayung Yang Tak Lekang Waktu

TASIKMALAYA – Setiap daerah memilik tradisi masing-masing dalam memperingatinya, dan mempunyai makna tersirat. Pulau Jawa sendiri menyimpan beragam budaya turun temurun yang istimewa. Salah satunya adalah Bubur Syuro.

Seperti halnya dalam tradisi dan budaya yang lain, setiap ritual selalu diiringi dengan elemen kuliner sebagai lambang.

Ibu-ibu Majlis Taklim Nurul Ihsan yang ada di Bantarpayung Desa Cisaruni Kecamatan Padakembang selalu menyelenggarakan kegiatan ini.

Panitia kegiatan, Nurlelah, mengatakan kegiatan ngabubur yang terselenggara dari swadya warga itu merupakan rutinitas tahunan setiap tanggal 10 Muharam.

” Bagi warga Bantarpayung, tradisi Bubur Syuro merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Majlis Taklim Nurul Ihsan, dan nantinya bubur dibagikan kepada ratusan warga sekitar”, ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah agar bisa merekatkan ikatan persaudaraan diantara muslim.

” Bubur suro hanyalah perlambang bulan Muharram saja, awal tahun baru Hijrah merupakan momentum untuk memperkokoh persaudaraan” kata dia.

Bubur suro dibuat dari campuran beras, santan, garam, jahe, dan sereh. Rasanya gurih dengan nuansa asin-pedas yang tipis. Di atas bubur suro ditaburi serpihan goreng bawang dan telur. Tak lupa juga beberapa iris ketimun dan beberapa lembar daun kemangi.

Bubur Suro tak hanya berfungsi sebagai pengganjal lapar, namun terdapat banyak makna dalam sepiring bubur tradisional Jawa tersebut. Bubur suro merupakan pengejawantahan rasa syukur manusia atas keselamatan yang selama ini diberikan oleh Allah SWT.

Oleh karena itu barang siapa berpuasa dihari asy-syuro seperti berpuasa selama satu tahun penuh, karena puasa di hari asy-syuro seperti puasanya para Nabi.

” Intinya hari syuro adalah hari istimewa, banyak keistimewaan yang diberikan oleh Allah pada hari ini, dianjurkan setiap muslim untuk menambah pundi-pundi pahala dengan bersilaturrahim, beribadah, dan banyak sedekah terutama bersedekah kepada anak yatim-piatu” tutupnya.

Baca Juga :  Ini Dia Cara Seniman Tasik Dinginkan Suhu Politik

Penulis : Mesa

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: