Pemerintahan

Bupati Aceh Selatan Minta Masukan Warga Terkait Pembangunan

Aceh Selatan – Bupati Aceh Selatan H. Azwir S. Sos, didampingi oleh Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli, Para Kepala SKPK, Kabag Pembangunan dan Camat Tapaktuan, melaksanakan coffee morning dengan para keuchik dan tokoh masyarakat Tapaktuan di Hall Pendopo Bupati Aceh Selatan, Sabtu 14 September 2019.

Acara ini dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturrahmi, sekaligus meminta masukan dari para tokoh masyarakat terkait pembangunan Aceh Selatan kedepan, khususnya Kota Tapaktuan sebagai ibukota kabupaten.

Acara yang berlangsung sejak pukul 07.30 pagi ini dimulai dengan sarapan pagi bersama, dilanjutkan dengan penyampaian Plt. Kepala Bappeda Aceh Selatan, Ir. Syahrial Amin, yang memberikan gambaran umum program pembangunan Pemerintah Aceh Selatan kedepannya.

Selanjutnya, tokoh masyarakat Tapaktuan yang telah hadir diminta untuk menyampaikan berbagai permasalahan, masukan serta saran, terkait pembangunan Kota Tapaktuan sebagai ibukota Kabupaten Aceh Selatan yang dirasakan sejak dari dahulu hingga saat sekarang ini tidak terdapat perubahan yang signifikan. Hal ini pula yang mendasari Bupati Aceh Selatan H. Azwir, S. Sos mengundang tokoh-tokoh masyarakat Tapaktuan untuk mencari langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam upaya membangun Ibu Kota Aceh Selatan.

Dalam acara coffee morning yang berlangsung dengan penuh keakaraban ini, Bupati Aceh Selatan bersama jajarannya mendapat berbagai masukan dari tokoh-tokoh masyarakat dalam Kecamatan Tapaktuan, antara lain, terkait upaya yang harus dilakukan untuk menata Tapaktuan sebagai ibukota Kabupaten Aceh Selatan agar terlihat lebih indah dan terhindar dari berbagai masalah, terutama sekali banjir yang akhir-akhir ini selalu menghantui masyarakat kota Tapaktuan ketika hujan turun.

Demikian juga halnya dengan rencana penataan jalan jalur dua arah yang telah digagas sejak lama namun hingga saat ini belum terlihat realisasinya.

Baca Juga  Budi Berapi-Api Sampaikan Keberhasilan Pemkot di Pelantikan MUI

Beberapa tokoh masyarakat yang mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan masukan kepada pemerintah mengharapkan agar jalan dua jalur dapat segera direalisasikan. Selain pembangunan jalan jalur dua arah, turut dibahas pula mengenai kelanjutan pembangunan masjid terapung, serta Bundaran Masjid Istiqamah yang sampai saat ini belum rampung dikerjakan.

Dalam coffee morning ini, terungkap bahwa pemerintah daerah bukan tidak berkeinginan untuk melanjutkan pembangunan tersebut, tetapi dikarenakan terdapat beberapa permasalahan baik teknis maupun nonteknis dalam kelanjutan pembangunan tersebut, maka pelaksanaan pembangunan sementara berhenti agar permasalahan yang ada dapat diselesaikan terlebih dahulu, hal ini turut dipetergas oleh T. Mudasir (Cek Mu).

Selain itu, salah seorang tokoh agama yang hadir, Ustad Khairizal Mouna, S.Ag. menyampaikan bahwa, untuk menjadikan Aceh Selatan Hebat, bukanlah semata-mata dari segi pembangunan fisik saja tetapi, namun juga pembangunan manusia dan pendidikan agama, sehingga pelanggaran-pelanggaran terhadap syariat Islam di Tapaktuan dapat dihindari.

” Apabila hal ini dapat diamalkan oleh seluruh generasi muda Aceh Selatan umumnya, dan Tapaktuan khususnya, Insya Allah semua yang diinginkan akan tercapai” kata Khairizal.

Pada acara coffee morning tersebut, Bupati Aceh Selatan bersama jajarannya, lebih banyak menerima masukan-masukan dan menjadi pendengar terhadap berbagai penyampaian dari tokoh masyarakat.

Di akhir pertemuan, Sekda Aceh Selatan, selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menegaskan bahwa semua masukan akan direalisasikan secepatnya, dan pekerjaan-pekerjaan yang mendesak akan menjadi prioritas utama pada penyusunan anggaran Tahun 2020.

Penulis : Zulhilmi
Editor : Mesa

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close