Politik

Cerita Caleg di Ciamis yang Gagal, Habis Uang Ratusan Juta, Sres dan Marah

CIAMIS- Dari 458 calon anggota DPRD Kabupaten Ciamis yang berlaga pada Pileg 219, hanya 10 persen yang lolos. Jadi banyak yang gagalnya. Ini adalah cerita kegagalan caleg di Ciamis yang gagal duduk di kursi DPRD periode 2019-2024.

Beberapa caleg yang gagal mulai goyah, depresi bahkan bunuh diri. Bahkan banyak juga yang melakukan aksi aksi provokasi terhadap warga, karena kecerwa perolehan suaranya jauh dari harapan. Tapi yang kuat iman, mengembalikan semua yang terjadi kepada yang Maha Kuasa. Berdzikir dan menjalani pengobatan alternatif.

Caleg dari Partai Nasdem untuk DPRD Kota Banjar berinisial EB misalnya, dia melakukan ritual berdzikir agar hati tenang. EB meruipakan ikhwan TQN Ponpes Suryalaya. Sebelum pencoblosan EB sangat optimis meraih suara signifikan, namun harapannya tak sesuai kenyataan karena perolehan suaranya tak mencapai target untuk lolos. “Awalnya saya kecewa, sedih dan marah. Banyak penipu, tapi semua saya kembalikan kepada Allah ini memang sudah takdir saya belum ada rezekinya jadi anggota DPRD,” katanya.

Bukan hanya EB yang kecewa, ada 14 caleg gagal yang menjalani terapi pengobatan alternatif , di Padepokan Maung Bodas yang berada di Kampung Cisema, Desa/Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Salah satunya adalah AK, caleg asal Dapil Ciamis 2. Dia mengaku sangat kecewa dengan perolehan suara yang tak siginifikan, padahal sudah menghabiskan dana kampanye hingga Rp 300 juta. “Itu bukan money politik, tapi biaya nyaleg secara kesuluran ya habis 300 jutaan tapi saya hanya dapat suara 1700, jelas atuh saya kecewa. Apalagi uang itu dari hasil jual mobil dan tanah,” katanya.

Melihat kenyataan itu, AK sangat sedih. Bahkan ingin membalas sakit hati kepada warga yang pura-pura mendukung dan minta bantuan tapi kenyataannya tak memberikan suara di TPS. Namun keluarga lain, termasuk istrinya berusaha menenangkan dan menyarankan untuk melakukan pengobatan altrenatif kepada orang pintar.

Baca Juga :  Di Desa Bapelle, Kotak Suara Dibawa Kabur Orang Tak Dikenal

“Si Akang sengaja saya sarankan untuk melakukan pengobatan alternatif agar dia tenang dan kembali lagi bersemangat, bangkit, karena gagal ke parlemen itu bukan akhir segala-galanya,” kata Waryo kerabat caleg gagal tersebut.

Lain lagi cerita Caleg petahana dari PKB berinisial KD, dia yang kini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Ciamis periode 2014-2019 ini kaget karena tak lolos lagi. Padahal suara pribadinya mencapai target, masalahnya partainya tak lolos dari Dapil tersebut. KD menyindir masyarakat terlalu fragmatis, sejumlah sumbangannya untuk pembangunan desa, masjid dan kegiatan sosial lainnya tak diingat warga. Justru warga kalah dengan uang Rp 30 ribu menjelang pencoblosan.

Tinggalkan Balasan

Close
Close
%d blogger menyukai ini: