Opini

Dahulu dilarang, sekarang Dicari-cari

MediaDesa.id – Siapa yang tidak suka dengan kopi? Hampir dalam setiap waktu tempat kita menemuinya, ya KOPI. Suguhan menarik penghangat obrolan, tanpa kehadirannya rasanya hampa, ibarat makan tanpa minum, ada sesuatu yang kurang.
Kata kopi sendiri berasal dari bahasa arab –qahwah-, yang berarti kekuatan atau berakar dari bahasa turki, kahveh, yang kemudian menjadi koffie dalam bahasa belanda dan coffee dalam bahasa inggris. Yang kemudian menjadi kata serapan dalam bahasa Indonesia, kopi. Pusat produksi kopi ada sekitar 1000-1500 tahun lalu di kota Pelabuhan Mocha di Yaman. Kemudian diadaptasi oleh orang-orang turki menjadi minuman yang disajikan kepada tamu-tamu kalangan pedagang dari Itali.
Konon kopi ditemukan oleh seorang pemuda arab bernama kaldi, seorang pengembala kambing. Ia melihat kambingnya yang selalu gembira setelah menggigit biji dan daun dari suatu tanaman yang berwarna hijau. Karena penasaran ia memakan biji dari tanaman tersebut dan efek yang dirasakan memang begitu semangat serta gembira. Penemuan ini pun menyebar dari mulut ke mulut dan jadilah legenda kopi.
Lalu pada tahun 1610, kopi pertama ditanam di tanah India. Bangsa Belanda mulai mempelajari cara mengembang biakan kopi pada tahun 1614 M. Dan pada tahun 1616 M mereka berhasil memperoleh bibit dan tanaman yang subur dan langsung mendirikan perkebunan kopi di Srilanka dan tanah jawa (Indonesia) pada tahun 1699. Kemudian oleh bangsa Belanda tanaman ini di sebar ke koloni Belanda di Amerika tengah seperti di Suriname dan kepulauan Karibia. Lalu pada tahun 1723, bangsa Perancis mencoba mengembangkan tanaman kopi di daerah pulau Martinik. Dan pada tahun 1800 an, tanaman kopi dikembangkan di Hawaii.
Awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang, karena efek rangsangan yang ditimbulkannya. Dan pada tahun 1511, kopi dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan ortodoks di majlis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini maka larangan tersebut dihilangkan atas perintah Sultan Salim I dan kesultanan Utsmaniyah Turki.

Baca Juga  Peluang Dan Tantangan Pembangunan Desa Di Kabupaten Tasikmalaya Dalam Teori Consilience Hukum Dan Paradigma Konstruktif-Transgresif Anthon F Susanto

Awal Mula Penggunaan Kopi

  • Pada awalnya kopi digunakan sebagai makanaan. Seluruh biji kopi dihancurkan lalu ditambahkan minyak. Adonan dibentuk bundar dan menjadi makanan sampai saat ini beberapa suku di Afrika masih memakan kopi dalam bentuk itu. Dan belakangan kopi digunakan sebagai menuman pengganti anggur.
  • Sebagai obat, kopi bermanfaat untuk mengobati migraine, sakit kepala dan gangguan buang air. Meski demikian konsumsi kopi berlebihan bisa berakibat buruk seperti meningkatkan asam lambung , menyebabkan ketegangan, dan mempercepat detak jantung , selain itu bila mengkonsumsi kopi berlebihan bisa mengakibatkan sakit Mag.

Dan sekarang, kopi itu seolah menjadi sebuah keharusan bilamana sedang berkumpul, atau sekedar pelepas penat dari kesibukan kerja.
(dikutip dari buku I love coffe and tea.) – (Dian)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close