HukumNasional

Demi Kondusifitas Demokrasi, Pengunggah Karikatur KH. Ma’ruf Amin Akhirnya Dipolisikan

MediaDesa.idTASIKMALAYA. Hari ini, Senin 13 Agustus 2018 Generasi Muda NU Tasik Raya yang dimotori Asep Rizal Asy’ari didampingi Ketua DPC Peradi Tasikmalaya Andi Ibnu Hadi, S.H dan Ketua LBH Ansor Kab. Tasikmalaya Asep Abdul Rofiek melaporkan pemilik akun facebook berinisial “D” atas tindakannya yang dianggap menghina Rais Aam PBNU KH. Ma’ruf Amin dengan mengunggah karikatur foto KH. Ma’ruf Amin yang sedang mendorong mobil dengan judul demi meraup suara umat.

Asep Rizal Asy’ari selaku pelapor mengatakan bahwa tindakannya melaporkan pemilik akun D tersebut tiada lain demi menjaga suhu politik agar tetap sejuk.

“pada prinsipnya politik yang santun tidak menjelekan orang lain, tokoh-tokoh masyarakat seharusnya memberikan contoh yang baik bukan memprovokasi masyarakat untuk saling berujar kebencian”

Beliau juga menuturkan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian bagi semua masyatakat agar tidak terulang kembali dikemudian hari.
“Hal ini harus menjadi perhatian setiap orang yang mengatas namakan demokrasi untuk tidak mempropokasi orang lain, berbeda pilihan bukan berarti harus saling berujar kebencian dan kejadian ini harus menjadi contoh bagi siapapun agar tidak terjadi kembali”

loading...

Sementara itu Ketua Peradi Tasikmalaya Andi Ibnu Hadi yang menjadi salah satu kuasa hukum pelapor menegaskan bahwa tindakan pelaporan ini demi menjaga kondusifitas demokrasi di Indonesia.

“ini harus ditindak tegas secara hukum, jika tidak ini akan menggangu kondusifitas demokrasi, terlebih sekarang sedang menghadapi pilpres, jika hal seperti ini tidak diperhatikan maka dihawatirkan pilpres ini akan sangat tidak demokratis karena masyarakat terpengaruh oleh ujaran kebencian di media sosial”.

Beliau juga memperingatkan pihak kepolisian agar serius dalam menanggapi hal ini karena menurutnya hal seperti ini bisa mengundang amuk masa.
“ Jika tidak ditindak tegas dan hukum tidak responsif dihawatirkan ada amuk masa. Karena di NU itu seperti kerajaan yang feodal dimana yang dipimpin siap mati demi yang memimpin” pungkasnya. (Budi)

Baca Juga  Tentang Permenristekdikti No 5 Tahun 2019, Pakar Hukum Berbeda Pendapat
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close