Desa

Desa Akan Punya Aplikasi Online Perencanaan dan Penganggaran

BANDUNG – Taufiq Budi Santoso, Kepala Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Jawa Barat mengatakan sedang berupaya mensosialisasikan Si Rampak Sekar ke semua desa di Jabar.

Sri Rampak Sekar sendiri merupakan singkatan dari Sistem Perencanaan dan Penganggaran Berbasis Online. Aplikasi ini dapat menjadi pintu bagi usulan-usulan desa, dan bisa dimanfaatkan untuk sebagai sistem perencanaan serta penganggaran pemerintah provinsi dengan kabupaten atau kota dan pusat.

Setidaknya, ada 5.312 desa yang menjadi target sosialisasi. Dan sampai saat ini sudah 2.000 desa yang sudah mengikuti sosialisasi.

“Kami rencanakan di Januari 2020 akan kami lakukan lagi untuk memenuhi semua 5.312 desa bisa kami sosialisasikan,” kata Taufiq, (13/11/2019).

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang ikut meluncurkan aplikasi tersebut menyatakan bahwa melalui Sri Rampak Sekar desa dapat membangun semua lini secara merata, cepat, dan transparan.

“Ini bukan kami meng-copy yang lain. Kami uji cobakan kemarin di beberapa tempat, dan sekarang disosialisasikan melalui pelatihan. Ini semua bisa transparan, bisa terlihat, sehingga akuntabilitas itu menjadi kunci dari program ini,” kata Uu.

Proses kerja Sri Rampak Sekar berawal dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di desa-desa. Kemudian, hasil musrenbang desa disampaikan oleh kepala desa (kades) atau aparatur desa melalui Sri Rampak Sekar.

Usulan yang masuk ke Sri Rampak Sekar akan diverifikasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten/Kota. Kemudian, DPMB Jabar akan melakukan verifikasi ulang.

Usulan yang telah diverifikasi akan dibahas pada musrenbang provinsi. Usulan-usulan tersebut nantinya akan didanai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi.

“Verifikasi ganda dilakukan untuk menilai pemenuhan syarat, dan agar tidak overlap dengan sumber pendanaan lainnya,” kata Uu.

Baca Juga  Soroti Pilkades Serentak, KOPRI: Berikan Hak Yang Sama Pada Perempuan

Terkait tugas kades dan aparatur desa untuk menggunakan Sri Rampak Sekar, Uu berpesan agar kades dan aparatur desa bersinergi dengan mengikuti perkembangan teknologi.

“Siapa yang menguasai digital, itu yang akan menguasai dunia. Siapa yang tidak menguasai, akan ketinggalan,” kata Uu.

Untuk memudahkan kades dan aparatur desa, pihak Bappeda menyediakan instruktur untuk mengakses Sri Rampak Sekar.

Penulis : Mesa
Sumber : Kompas

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close