©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Senin, Juni 17, 2019
NasionalRagam

Desa Inklusi “Ikhtiar Merawat Keberagaman Masyarakat Desa”

Desa Inklusi mulai populer di telinga masyarakat Desa Kersamaju, Cigalontang, Kab. Tasikmalaya. Terlebih, selama beberapa minggu, berbagai kelompok masyarakat mulai dari tokoh agama, masyarakat, perempuan, pemerintahan, dan pemuda mengikuti sebuah kegiatan bertajuk Sekolah Desa Inklusi.

Melalui Sekolah Desa Inklusi, masyarakat diajarkan bagaimana menemukan potensi dan keunggulan desa, tantangan dan hambatan desa, mengelola sumber daya, bahkan lebih dari itu peserta juga diajak berdiskusi mengenai bagaimana mengelola keberagaman masyarakat desa.

Kenapa Desa Inklusi menjadi sangat penting?

Salah satu tujuan Desa Inklusi adalah mewujudkan masyarakat desa yang mampu menerima keberagaman secara positif. Karena sejatinya keragaman di tengah masyarakat harus dimaknai sebagai sebuah anugerah. Namun faktanya, tak semua masyarakat mempunyai cara pandang yang sama, akhirnya seringkali perbedaan menjadi pemicu lahirnya konflik sosial. Untuk menjawab tantangan itu, harus ada formulasi kebijakan yang paling tepat, rasional serta mampu bersenyawa dengan kebudayaan masyarakat lokal. Sehingga keragaman bisa diterima dan dikelola menjadi sebuah potensi sumber daya.

Selain itu, kehadiran Desa Inklusi juga dimaksudkan untuk mendorong masyarakat desa menjadi masyarakat politik. Masyarakat politik adalah masyarakat yang sadar politik atau masyarakat yang keikutsertaan hidup bernegara menjadi penting dalam kehidupannya sebagai warga Negara dan senantiasa terlibat aktif mulai dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.

Desa Inklusi juga dapat dimaknai sebagai; (1) Desa yang mampu memberikan layanan dan ruang yang aksesibel untuk semua orang; (2) Desa yang mendorong masyarakatnya untuk positif dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai dengan kemampuanya berdasarkan keragaman yang ada ada; (3) Desa tempat dimana semua orang tanpa terkecuali merasakan keamanan, kenyamanan dan perlindungan yang sama.

Roh dari inklusi adalah mendorong pemenuhan hak yang sama dengan layanan yang setara kepada semua orang termasuk penyadang disabilitas, lansia, minoritas agama, anak-anak, perempuan hamil dan serta semua masyarakat yang menjadi bagian dari desa.

Baca Juga  Gonjang-Ganjing Bendera HTI VS Bendera Tauhid

Pada konsep inklusivitas tidak bisa dipisahkan dengan pembuat kebijakan, bagaiamana para pembuat kebijakan mampu membuat kebijakan dan pelayanan yang sesuai dengan konsep “layanan yang setara”.

Lantas, sudah setarakah pelayanan di desa anda? Jika belum, maka kehadiran konsep Desa Inklusi layak untuk diterapkan.

Ajat Sudrajat, S.Kom – MediaDesa.id

  • 19
    Shares

Tinggalkan Balasan