AgendaNasional

DIALOG NASIONAL KEAGAMAAN DAN KEBANGSAAN : “Mewujudkan Islam Indonesia yang Wasatiyah”

MediaDesa.idSURABAYA. Kementerian Agama RI bermitra dengan Majelis Ulama Indonesia dan Lakpesdam PBNU menyelenggarakan DIALOG NASIONAL KEAGAMAAN DAN KEBANGSAAN dengan tema “Mewujudkan islam Indonesia yang wasatiyah” bertempat di bumi surabaya city resor, Surabaya 15/7/2018.

Peserta dalam Acara tersebut adalah sejumlah aktivis HAM, kanwil kemenag dan kesbangpol beberapa kota dan kabupaten.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk :

  1. Mempertemukan para aktor perubahan mendiskusikan tantangan mewujudkan paham Islam yang Wasatiyah.
  2. Memetakan problem dan paham keagamaan Islam untuk pencegahan konflik sosial di Indonesia.
  3. Membuat rekomendasi bersama mengarusutamakan Islam Wasatiyah dalam rangka memperkuat ideologi negara. Sebagaimana diuraikan dalam term of reference yang disampaikan panitia kepada para peserta.

Acara ini terselenggara atas dasar kepentingan kementerian agama RI untuk mendapatkan kesepahaman bersama mewujudkan Indonesia yang mengarus utamakan paham Islam wasatiyah untuk kehidupan harmonis dalam berbangsa dan bernegara dan perdamaian dunia.
Sebagaimana disampaikan oleh KH. Yahya Staquf dalam sesi pembukaan acara, “Saat ini yang menjadi ancaman perdamaian dunia bukan lagi masalah perbudakan, bukan juga penjajahan, tetapi adalah konflik faham keagamaan”, konflik keagaman ini tentu seringkali berakibat pada pembunuhan masal (genosida), ada berbagai data di beberapa negara yang menunjukan adanya aktivitas genosida terhadap kelompok minoritas keagamaan. Eropa saat ini sedang disibukan untuk mengantisipasi gerakan anti Islam, karena bila hal ini terjadi kerusuhan sosial dunia akan terjadi, lanjutnya.

loading...

Sebelum menginjak pada diskusi terfokus tentang peta penyelesaian konflik faham keagamaan, para peserta terlebih dahulu mendapatkan berbagai rujukan konsep praktis tentang Islam Wasatiyah dalam sesi dialog interaktif dengan narasumber Prof. DR. KH. Maruf amin sebagai ketua MUI, KH. Miftahul Akhyar wakil rois am PB. NU, dirjen bimas Islam Prof. DR. Muhamadiyah Amin, KH. Yahya Staquf sebagai Wantimpres (dewan pertimbangan presiden). Dalam Diskusi terfokus akan diselenggarakan senin 16/7/2018. Akan hadir fasilitator dari aman Indonesia dalam memandu kesefahaman bersama para peserta aktif dari berbagai stake holder dan aktivis sosial. (AIH)

Baca Juga  GP Ansor Lapor ke Jokowi Ada Kelompok Radikal di Jabar yang Gabung Kontestan Pemilu
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close