Pemerintahan

Duh, Pejabat ASN Pemkab Tasikmalaya Bolos Kerja

TASIKMALAYA – Sejumlah Pejabat ASN Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, diantaranya beberapa Pejabat BPKAD, Setda Dan Dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya,
Melakukan Mancing bersama di salah satu kolam pemancingan tepatnya di Kp Golacir Jln Cisinga Belakang minimarket, kamis pagi 15/08/2019.

Hal tersebut dibuktikan dengan terlihatnya beberapa mobil plat merah terparkir di samping minimarket, dan yang paling mengganjal adalah itu dilakukan disaat jam kerja.

Pejabat ASN sedang mancing bersama saat jam kerja
Pejabat ASN sedang mancing bersama saat jam kerja

Hal ini bertolak belakang dengan kondisi menurunnya predikat ASN dari WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) Menjadi WDP, (Wajar Dengan Pengecualian) yang diterima Pemkab Tasikmalaya. Seharusnya kewajiban ASN, menanggapi predikat tersebut ditingkatkan kembali dengan pelayanan masyarakat yang maksimal bukannya malah berleha-leha.

loading...

Aktivitas tersebut mengundang reaksi dari beberapa Lembaga Sosial independen di Tasikmalaya, dalam hal ini SaKaTa Foundation. Wadir SaKaTa Foundation M Lux Absor mengungkapkan bahwa kondisi ASN hari ini jauh dari harapan yang disampaikan Bupati Tasikmalaya pada saat memperingati hari kesadaran nasional.

” Kita ingat sambutanya Bupati dulu, Apel Hari Kesadaran Nasional memiliki makna yang sangat penting khususnya bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya”, Kata Absor.

“ Apel Kesadaran Nasional yang setiap bulan kita laksanakan selain untuk memantapkan kualitas aparatur dalam pengabdian kepada masyarakat, diharapkan pula hal ini dapat meningkatkan kecintaan kepada bangsa dan negara, juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggungjawab kita”, tutur Absor menirukan sambutan Bupati kala itu.

Bupati mengharapkan, jajaran aparatur pemeritahan khususnya di Kabupaten Tasikmalaya dapat senantiasa meningkatkan rasa disiplin atas segala peraturan yang ada.

“ Disiplin terhadap segala peraturan pada akhirnya akan melahirkan evaluasi pada diri kita masing-masing, sampai sejauhmana sebagai bagian dari birokrasi kita mampu mendorong lahirnya berbagai pelayanan publik yang baik kepada masyarakat” terang Bupati.

Baca Juga  RSUD dr Soekardjo Terancam Bangkrut Kalau Pasien BPJS tak Boleh Dirawat

Menurut Bupati, baik dan buruknya pelayanan kepada masyarakat berada di tangan aparatur itu sendiri, dan Aparataur Sipil Negara dituntut mampu memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur serta menghidari adanya pungutan liar.

” Nah Sejauh ini kita menanyakan Sejauh mana peran kepala daerah dalam menyikapi aktifitas mancing di jam tersebut?”, tegas Absor.

Di lain tempat, Wakil Pengurus Cabang PMII Kabupaten Tasikmalaya Diki Rikiwa menyampaikan Bupati Tasikmalaya harus memberikan sanksi bagi ASN yang tidak disiplin, Sesuai PP 53/2010 tentang disiplin ASN” katanya kepada Media (Kamis 15/08/2019).

” Jika saat jam kerja ASN dinyatakan melanggar Pasal 3 Ayat 17 yaitu tidak menaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang, hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman disiplin yang terdiri dari hukuman disiplin ringan, sedang dan berat”, pungkas Diki.

Penulis : Mesa

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close