Peristiwa

Elemen Muda Tasik Peringati Hari Toleransi Internasional

TASIKMALAYA – Sejumlan elemen muda Tasikmalaya memperingati Hari Toleransi Internasional di Taman Kota, Sabtu, 17 November 2018.

Mereka menggelar aneka kreasi seni dari Sanggar Harsa Sekar Pitaloka, Musikalisasi Puisi, Teatrikal sambil mengelilingi lilin melingkar.

Sejumlah elemen Pemuda dan Mahasiswa itu menamai diri Asosiasi Pemuda Toleran (Apet) yang terdiri dari PMII, HMI, IMM, IPNU, IPM, AMSA, HIMATA, Gusdurian, Mahasiswa Kristen, Budha, Hindu, Sunda Wiwitan, Seniman, XTC, Oi, Bobotoh serta para seniman, sastrawan sampai penganut aliran kepercayaan.

Peringatan Hari Toleransi Internasional sebagai pembuktian bahwa mereka bisa duduk bersama, berdiskusi dalam suasana riang gembira. Dan akan terus digalakan bagaimana semua elemen saling menjaga silaturahmi meski berbeda kelompok, suku, agama dan kepercayaan.

Ketua HMI Tasikmalaya, Fikri mengatakan peringatan Hari Toleransi tersebut sebagai bentuk pembuktian pada Tasikmalaya bahwa mereka selalu harmonis sesuai filosofi Siliwangi silih asah, silih asih, silih asuh.

Disini, ujarnya, siapapun bebas berekspresi menurut kepercayaan dan agamanya dengan semangat sama yaitu Keindonesiaan dan Kebangsaan.

“Tasik Toleran jadi pintu pembuka sebagai sesama anak muda di Negeri ini Tasikmalaya tercinta bahwa hubungan kemanusiaan diatas segalanya,” kata Ketua PMII, Imam Farid.

Ketua IMM, Fahmi menyampaikan esensi peringatan hari toleransi berawal dari keingingan saling mejaga dan memperluas silaturahmi antar OKP, lintas agama ataupun komunitas yang lain. Sehingga tidak ada lagi kegaduhan antar organisasi, agama dan kelompok budaya di Tasikmalaya.

“Ini bukan hanya sebatas seremoni saja tapi yang lebih penting makna dalam bentuk tindakan nyata bisa terealisasikan dalam berbangsa bernegara,” ucap Ketua IPNU, Ali. (Imam Waridin)

Baca Juga  Peradi, "Sekda Kodir Harus Berani Sebut Uu Ruzhanul Ulum"
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close