Pendidikan

Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Siapkan Formula Jitu Hadapi Revolusi Industri 4.0

TASIKMALAYA – Forum Komunikasi Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (FKK SMKS) Kabupaten Tasikmalaya mengadakan silaturahmi dan rapat kerja di Hotel Grand Metro pada 15-16 November 2019.

Silaturahmi dan Rapat Kerja yang bertema Mencari Formula Jitu Implementasi Kewirausahaan Dalam Meningkatkan Ektifitas Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Menghadapi Revolusi Industry 4.0 ini dihadiri oleh 120 Kepala SMK Se-kabupaten Tasikmalaya.

Ketua pelaksana Silaturahmi dan Rapat Kerja FKK SMKS H. Yahya Kamal, M.Pd.I mengatakan bahwa acara Silaturahmi dan Rapat Kerja ini juga merupakan ajang evaluasi terhadap kinerja kepala sekolah di satu tahun ke belakang.

“Acara Raker dan Silaturahmi FKK SMKS Kabupaten Tasikmalaya mampu melaksanakan kegiatan satu tahun ke depan dan hari ini Raker FKK SMKS Kabupaten Tasikmalaya juga akan mengevaluasi kinerja satu tahun ke belakang” ujarnya saat memberikan sambutan Jum’at (15/11/2019).

Yahya juga berharap Forum Silaturahmi dan Rapat Kerja ini dapat menjalin sinergitas antar sekolah.

“Mudah-mudahan Silaturahmi FKK SMKS Kabupaten Tasikmalaya dengan seluruh SMKS se- kabupaten Tasikmalaya berjalan dengan baik mampu menjalin sinergitas dan bisa menghasilkan kesimpulan-kesimpulan tentang dunia pendidikan” terangnya.

Ketua FKK SMKS Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Nanang Makmur, M.Pd mengatakan bahwa Pihaknya bertekad mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang berilmu, bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlaq mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

“Menyadari tugas dan fungsi maka kami kepala SMK swasta se-Kabupaten Tasikmalaya bertekad mendirikan, menjalankan dan mengembangkan organisasi dengan pedoman ADART FKK SMKS” terangnya saat memberikan sambutan.

KCD Wilayah XII yang diwakili oleh Kasi Pelayanan Disdik Jabar Dedi Suryadi, M.Pd. mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi sekolah-sekolah swasta dalam dunia pendidikan.

Baca Juga  Dedi Mulyadi, "Tes CPNS Bukan Solusi Tenaga Honorer"

“Bapak-ibu tidak punya kewajiban untuk menanggung beban pendidikan, tetapi secara undang-undang yang berkewajiban menanggung beban pendidikan ini adalah pemerintah, nah disini saya selaku pemerintah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena tanpa bapak-ibu akan seperti apa negeri ini, bukan saya menapikan posisi negeri, tapi kalau melihat jumlah tidak bisa dinapikan bahwa posisi sekolah-sekolah non govermen ini sangat banyak jumlahnya dan mempunyai kontribusi yang luar biasa” ujar Dedi saat memberikan sambutan Jum’at (15/11/2019).

Dedi juga mengingatkan kepada seluruh Kepala Sekolah yang hadir agar senantiasa meluruskan niat dalam mengabdikan diri di dunia pendidikan.

“Luruskan niat bahwa bapak/ibu membuat sekolah bukan karena BOS, karena 2024 tidak menutup kemungkinan akan ada evaluasi, semua kebijakan akan berubah, kurikulum juga akan berubah ekstrim” terang Dedi menambahkan.

Ia juga mengatakan bahwa hari ini fokus pemerintah dalam dunia pendidikan adalah pendidikan karakter dan deradikalisasi.

“Kegiatan-kegiatan regulasi nasional seperti LKS, O2SN, FLS2N dan lain sebagainya sekarang itu banyak dipangkas, kegiatan sekarang itu banyak ke pendidikan karakter dan anti radikalisme, oleh karena itu bapak ibu peningkatan SDM ini merupakan keniscayaan” ujarnya.

Ia berharap forum Silaturahmi dan Rapat Kerja FKK SMKS Kabupaten Tasikmalaya ini mampu melahirkan inovasi baru dalam dunia pendidikan.

“Saya melihat berbagai jenjang generasi hadir disini, cuman kata mentri pendidikan pak nadiem makarim, kadang-kadang tingkat komplesitas itu yang kadang-kladang tidak mudah melahirkan sebuah inovasi. Saya berharap di forum ini coba dikembangkan inovasi cuman tetap kita punya koridor dan ode etik di organisasi” pungkasnya.

Penulis: Budi

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close