Nasional

Gonjang-Ganjing Bendera HTI VS Bendera Tauhid

Di media sosial beredar video yang menampilkan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Garut sedang membakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang mengaku telah menelusuri video tersebut menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan upaya untuk menjaga kalimat tauhid.

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini memaklumi tindakan para kader bandan semiotonom GP Ansor itu. Pembakaran dilakukan justru karena di dalam bendera berlatar hitam itu ada lafal tauhid. Menurutnya, hal yang sama juga akan dilakukan bila menemukan sobekan naskah atau mushaf Al-Qur’an. Untuk menyelamatkan kalimat suci dari injakan kaki, penyalahgunaan, atau terbuang di tempat yang tidak semestinya.

Dari tayangan video yang viral terlihat, aksi pembakaran bendera dilakukan secara perlahan dengan posisi bendera dijinjing ke atas. Tidak ada tindakan yang mengarah kepada pelecehan seperti menginjak-injak atau sejenisnya.

Meski demikian, ia menginstruksikan kepada kader di bawah untuk tidak lagi melakukan pembakaran bendera apa pun. Jika menemukan bendera-bendera organisasi terlarang, mereka diperintahkan untuk menyerahkannya kepada aparat keamanan saja.

“Tidak boleh lagi ada pembakaran-pembakaran seperti kejadian di Garut itu, meskipun kami memahami kenapa kader melakukan tindakan tersebut,” ungkapnya kepada wartawan, seperti dilansir dari NUonline.com

Sementara itu beredar dimedia during tentang kronologis kejadian tersebut sebagai berikut:

Perihal : Perkembangan Situasi Kasus Pembakaran Bendera Tauhid yang dilakukan oleh Anggota Banser Kecamatan Limbangan

Ijin melaporkan perkembangan Situasi pasca terjadinya  Kasus Pembakaran Bendera Tauhid yang dilakukan oleh Anggota Banser Kecamatan Limbangan pada saat selesai upacara HSN di Lapangan Kecamatan BL. Limbangan sbb :

Kronologis Kejadian :

  1. Pada hari Senin tgl. 22 Oktober 2018 Pukul 07.30 wib bertmpt di Alun alun Kec. Balubur limbngan telah berlangsung Upacara peringatan Hari Santri Nasional Ke-3 yang diikuti lk 1000 orang.
Baca Juga :  Hari Santri, ASN Pemprov Jabar Akan Kenakan Koko Sarung Berpeci

Bertindak sebgai Irup Camat Kec. Limbangan ( Drs. Arif Rumdana ) Dan Up Banser Kec. Limbangan ( Raden Ali)

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain :

– Unsur Forkopincam Kec. Balubur Limbangan.

– Ketua MUI Kec. Limbangan

– Para Pimpinan Pondok Pesantren di wilayah Kec. Limbangan

– Para Kepala Desa, Toga dan Tomas Kec. Balubur Limbangan.

– Ormas Islam BANSER.

Pada pkl 08.30 Upacara selesai selanjutnya para santri  melaksanakan kegiatan Maulid, Istighosah, Yasin dan Kreasi Seni Para santri.

Pada saat selesai Upacara terjadi aksi pembakaran Bendera Tahuid  dan shal bertuliskan Lailahaillallah berwaran Warna Hitam oleh beberapa orang yang merupakan anggota Ormas Banser.

    1. Pada pkl 10.00 Wib didapat informasi tentang beredarnya Video Pembakaran Bendera Tauhid yang dilakukan oleh Anggota Banser yang mengundang reaksi keras dari beberapa kalangan Ormas islam dan masyarakat

 

Langkah Langkah Unsur Forkopimda Kab. Garut :

  1. Pada Pukul 10.20 Dandim Garut, Letkol Inf Asyraf Aziz dan Kapolres Grt memerintahkan Koramil Limbangan dengan bekerjasama dengan Kapolsek Limbangan agar memanggil panitia dan pelaku pembakaran guna dimintai keterangan agar meredakan masalah tersebut.
  2. Pukul 12.00 Wib Danramil dan Kapolsek Limbangan memanggil Ali ( Ketua Panitia HSN Kec. Limbangan) dan mengamankan 3 orang pelaku pembakaran al :

– Sdr Faisal

– Sdr Mahpud

– Sdr Saoki

Ketiga pelaku merupakan santri Asuhan Ponpes Assaadah Pimpinan Ponpes

KH RD Amin muhyidin maolani (ceng mimin) beliau saat kegiatan upacara berada di Garut  mengikuti Upacara di garut.

  1. Pukul 14.00 Wib Dandim 0611/Garut (Letkol Inf Asyar Aziz, S. Sos) dan Kapolres Garut (AKBP Budi Satria Wiguna) menuju Polsek limbangan dan dilanjutkan kegiatan wawancara Live di TV one.
  2. Pukul 17.15 Wib Brtmpt di Ruang Kapolsek Limbangan telah dilaksanakan pertemuan unsur Forkopimda Kab. Garut dalam rangka menyikapi permaslahan kejadian pembakaran Bendera Tauhid oleh Anggota Banser Kec. Limbangan.
Baca Juga :  115.765 Ton Bawang Putih dari Cina Masuk ke Indonesia Ramadhan Ini

Hadir dalam pertemuan tersebut al :

– Dandim 0611 Grt ( Letkol Inf Asraf Azis)

– Kapolres Grt ( AKBP

– Wakil Bupati Grt ( Dr Helmi Budiman)

– Ketua MUI Kab. Grt ( Ceng Munir)

– Ketua Rois PCNU Kab. Grt ( Ceng Mimin)

– Ketua Banser Kab. Garut ( Ceng Badar)

Pada pkl 17.50 Pertemuan dihentikan sementara untuk melaksanakan Sholat Magrib Berjamaah

  1. Pada pkl 18.30 Wib Kegiatan Pertemuan dilanjutkan di Mesjid Besar Kec. Limbangan

( Kegiatan masih berlangsung )

 

Secara umum situasi Kab Garut masih kondusif meskipun viral pembakaran bendera tersebut masih massif di medsos dan media online.

Catatan :

  1. Aksi pembakaran terhadap bendera yang dinilai bendera HTI oleh oknum banser di Kec. Limbangan – Garut telah mendapat antisipasi oleh unsur Kominda dan aparat terkait serta forum Pimpinan Daerah Kab Garut diantaranya dengan melakukan koordinasi integrative serta melakukan langkah strategis.
  2. Hingga saat ini viral pembakaran bendera tersebut masih massif dimedsos dan media online sehingga masih terus mendapat reaksi dari ormas Islam baik di kab Garut maupun wilayah diluar Kab Garut.
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close