Sosok

Gus Rozin, Santri Yang Disebut-sebut Bakal Mengisi Kursi Menteri

Sejumlah lembaga survei telah merilis kemenangan pasangan nomor urut 01 Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019. Hasil Situng di situs resmi KPU RI pun menunjukan hal yang sama walau baru mencapai sekitar 50%. Melihat peluang kemenangan yang sangat besar sejumlah pengamat telah memperkirakan siapa saja yang akan menempati kursi menteri di kabinet Jokowi pada periode 2019-2024 ini.

Sejumlah nama telah mencuat sebagai kandinat, diantaranya nama KH. Abdul Ghofarrozin, M. Ed (Gus Rozin) sebagai kandidat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berikut profil lengkap KH. Abdul Gufarrozin, M.Ed . KH. Abdul Gufarrozin aktifitas pekerjaan beliau selama ini berhubungan erat dengan dunia kependidikan, selain di pendidikan non formal melalui pondok pesantren juga di pendidikan formal. Pada pendidikan formal, saat ini beliau mengelola lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi dan menjabat sebagai Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Kajen Pati Jawa Tengah.

Beliau adalah seorang santri yang dididik langsung oleh ayahnya KH. A. Sahal Mahfudz (Mantan Rois ‘Am PBNU) sehingga terbentuk karakter profesionalitasnya. Tidak hanya pada bidang keagamaan, pengalaman profesi beliau sebagai komisaris adalah wujud nyata bahwa karakter beliau dibentuk melalui sisi non-keagamaan pula.

Konsentrasi belajar beliau adalah pada konsentrasi pendidikan dan kepemimpinan baik di STF Driyarkara maupun di Monash University. Pengalaman pendidikannya yang berasal dari keluarga pesantren ditambah dengan pengalaman mengenyam pendidikan pada lembaga yang diakui kualitasnya membentuk citra diri beliau sebagai kiai muda yang energik, profesional dan bergaul luas, meskipun beliau masih berusia 40-an.

Lebih dari itu, beliau sangat faham terkait rintisan Ma’had Aly yang hari ini diakui sebagai bagian dari modernisasi pondok pesantren. Dimana Ma’had Aly di adalah perguruan tinggi keagamaan Islam yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam (tafaqquh fiddin) berbasis kitab kuning yang diselenggarakan oleh pondok pesantren. Kitab kuning yang dimaksud adalah kitab keislaman berbahasa Arab yang menjadi rujukan tradisi keilmuan Islam di pesantren. Adapun tujuan Mahad Aly adalah menciptakan lulusan yang ahli dalam bidang ilmu agama Islam (mutafaqqih fiddin), dan mengembangkan ilmu agama Islam berbasis kitab kuning.

Baca Juga  Mengenal Sosok Agustiana (Tamat) Ditempa Asia Dan Amerika Latin
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close