Pemerintahan

Hilangnya Perhatian, Pemuda Beri Catatan Merah Untuk Disparpora

TASIKMALAYA – Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya mengadakan pertemuan dalam rangka membahas beberapa permasalahan serta potensi kpemudaan pada Jum’at, (28/02/2020).

Pertemuan tersebut juga menjadi ajang sharing antar pemuda yang telah memiliki karya dari berbagai bidang dan telah mengikuti pemilihan pemuda pelopor pada tahun 2019 yang diadakan oleh Disparpora kabupaten Tasikmalaya.

“Pada pertemuan tersebut disampaikan beberapa keluhan dari beberapa para pemuda yang telah termakan janji pembinaan lanjutan oleh Disparpora” Ujar Fahruin Koordinator Pemuda Pelopor Kabupaten Tasikmalaya.

Namun menurutnya sampai saat ini pembinaan lanjutan yang dijanjikan Disparpora tidak kunjung terrealisasi.

“Hal ini sangat disayangkan karena potensi yang dimiliki sangatlah baik untuk pembangunan SDM di wilayah kabupaten Tasikmalaya. Seharusnya pihak terkait bisa mengawal dan membimbing agar potensi dari beberapa bidang pemuda sehingga bisa bermanfaat untuk daerah” ujarnya menambahkan.

Ia juga mengatakan bahwa pembinaan lanjutan yang dijanjikan Disparpora sangat pending mengingat indeks pembangunan pemuda di Jawa Barat berada di posisi yang cukup rendah.

“Selain itu pertemuan ini kita maknai untuk mengevaluasi kinerja dinas tersebut, karena hal ini melahirkan kompetensi yang tidak baik juga untuk kedepannya” terangnya.

Para Pemuda Pelopor ini menuntut Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya untuk mengadakan reformasi di tubuh Disparpora Kabupaten Tasikmalaya.

“Melihat banyak kisah para pemuda berpotensi lainya di kabupaten Tasikmalaya yang tidak mendapat perhatian sama sekali, seharusnya perhatian dan apresiasi diberikan oleh pihak pemerintah khususnya Disparpora sebagai upaya menyiapkan generasi masa depan. Sehingga kita merekomendasikan untuk mengganti kepala dinas atau reformasi kepala dinas, merancang dan mengesahkan perda pemuda, dan adanya tindak lanjut setiap program dinas dengan terukur dan terstruktur” pungkasnya.

Baca Juga :  Ketua Ansor Kab. Tasik Sebut KEPGUB No. 443 Sebagai Produk 'Sesat Pikir' Ridwan Kamil

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: