Desa

Hingga Mei, Sudah Ada 1.743.343 Relawan Desa Tanggap Covid-19

JAKARTA – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengatakan, jika penanganan pandemi Covid-19 difokuskan di desa dengan penguatan Physicall Distancing kemudian ketahanan imunitas dan New Normal maka diyakini bakal berdampak signifikan terhadap penyelesaian Covid-19 di tingkat nasional.

Hal ini diungkapkan Menteri Desa saat bertemu virtual dengan awak media di Ruang Kendali Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Trasmigrasi Kalibata, Rabu (20/5/2020).

“Sampai hari ini, dana desa sudah dipakai untuk desa tanggap Covid-19 atau Relawan Desa Lawan Covid-19 mencapai Rp2,59 Triliun. Ini relatif kecil dengan jumlah desa 74.953,” kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Hal ini, kata Gus Menteri, menujukkan penanganan Covid-19 di tingkat desa cukup efisien dan efektif karena skalanya kecil. Pemetaannya tidak terlalu kompleks, zonasinya mudah dicermati secara lebih massif. Fokusnya tidak lagi bicara wilayah tapi bisa bicara orang atau warga.

Untuk itu, Gus Menteri yakin penanganan Covid-19 akan lebih bagus lagi nantinya. Misalnya nanti, Pemerintah sudah mengambil langkah-langkah yang kondusif, konstruktif kemudian langkah pemulihan akan sangat bagus jika difokuskan di desa.

“Jumlah relawan desa tanggap Covid-19 ini sudah mencapai 1.743.343 orang. Rasionya 82 persen dari 61.670 desa menujukkan jika desa sudah siap sekali untuk lakukan penanganan Covid-19 yang tentu pada proporsi desa yaitu ODP (Orang Dalam Pemantauan) selesai ditangani di desa,” ujar Gus Menteri.

Jika merujuk pada rasio itu maka satu relawan bakal tangani 68 warga desa. Jika relawan bertambah maka rasio semakin kecil apalagi tidak semua warga desa membutuhkan penanganan.

Gus Menteri juga memberikan perkembangan penambahan ruang isolasi. Hingga saat ini, sebanyak 19.590 desa yang telah miliki ruang isolasi dengan jumlah tempat tidur sebanya 78.360 unit.

Baca Juga :  Wabup Aceh Selatan Tgk Amran Pantau Pemilihan Kades (Pilchiksung)

ODP yang sudah ditangani sebanyak 179.682 orang. ini artinya satu ruang isolasi sudah dimanfaatkan oleh lebih dari dua orang.

“Yang menarik, ODP Nasional itu 45.300 sementara di tingkat desa sudah 179.682. Jadi sisi Desa, OPD memang tinggi karena memang terfokus untuk itu. Ini pun sudah tertangani dengan baik,” kata Mantan Ketua DPRD Jombang ini.

Tetapi berbicara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), diakumulasi desa kecil. Kebanyakan PDP itu ada di kota apalagi yang positif covid-19. Hanya 629 pasien positif Covid-19 yang bersumber dari desa.

Ketika melakukan penguatan pendampingan di desa dengan New Normal seperti rajin cuci tangan, tidak ada kerumunan, dibiasakan Physicall Distancing, dan gunakan masker kain diterapkan di desa bakal memberi efek positif bagi penanganan Covid-19.

“Jika kebiasaan ini jadi gaya hidup baru ini diterapkan di desa dan ditangani dengan serius, maka saya yakin Covid-19 di Indonesia bakal tertangani dengan jauh lebih bagus dibanding negara lain,” kata Gus Menteri.

Turut hadir Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi, Staf Khusus Mendes PDTT Ahmad Iman Syukri, Dirjen PPMD Taufik Madjid dan Kapusdatin Ivanovich Agusta.

Sumber : Kemendes PDTT

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: