©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Jumat, April 26, 2019
Desa

Hubungkan Desa Terisolir, Warga Bangun Jembatan Darurat

BANDUNG BARAT – Karena jembatan permanen rusak akibat bencana, sejumlah desa di Kabupaten Bandung Barat membangun jembatan dari bambu dan kayu. Jembatan yang dibangun itu antara lain di Kampung Buntersari, Desa Sirnagalih; Kampung Ciketa, Desa Cijambu; Kampung Bolenglang, Desa Cicadas; dan Kampung Leuwi Baru, Desa Sindangjaya.
Jembatan yang sudah selesai dibangun secara swadaya adalah, Jembatan Rangga Malela di Kampung Leuwi Baru, Desa Sindangjaya, Kecamatan Gunung Halu dan Jembatan Rangga Madoe, Kampung Pangkalan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor. Jembatan sepanjang 24 meter itu terbuat dari bambu dan menjadi akses utama bagi warga sekitar.

“Warga di selatan KBB masih banyak yang membutuhkan akses jembatan sebagai jalan penghubung antardesa. Jika menunggu bantuan pemerintah, mungkin akan lama terwujudnya. Daripada warga lelah berharap, kami galang dana dengan pola swadaya dan gotong royong untuk membangun jembatan,” kata inisiator pembangunan jembatan swadaya David Riksa Buana seperti dilansir SINDOnews, Selasa (12/3/2019).

Menurut David, dari hasil pemetaan wilyah di selatan KBB, masih banyak desa atau perkampungan yang terpisah oleh sungai atau anak sungai. Tapi ada juga temuan dimana awalnya jembatan rusak akibat diterjang bencana.

Akibatnya, untuk melakukan aktivitas sehari-hari atau menjual hasil pertanian, warga terpaksa harus menempuh jalan memutar yang segi ongkos cukup mahal dan memakan waktu lebih lama.

“Yang saya salut, kultur gotong royong masyarakat di desa masih sangat kuat. Pengerjaan dilakukan secara swadaya dan memanfaatkan material bahan bangunan di Sungai Cilanang. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi warga ketika pemerintah pun turut hadir di tengah-tengah mereka,” kata David yang juga Ketua Trapawana Jawa Barat ini.

Dia menilai, pembangunan jembatan secara swadaya ini merupakan bentuk kepedulian, inovasi, dan kreativitas, masyarakat desa dalam rangka mewujudkan kemandirian.

Baca Juga  Dana Desa di Kabupaten Tasikmalaya Capai 52 Miliar, Bupati Ingin Rakyat Makmur

Gotong royong menjadi salah satu cara mengembalikan nilai luhur bangsa. Pola ini seharusnya dapat dijadikan model pembangunan jembatan sekala kecil dengan melibatkan multi stakeholder atau CSR perusahaan.

(awd)

  • 22
    Shares

Tinggalkan Balasan