Opini

Idul Fitri Ditengah Pandemi

Oleh: Iyang Anggraini Sari (Mahasiswi Institut Agama Islam Cipasung)

Puasa sebulan penuh selama bulan suci Ramadhan disyariatkan Allah SWT untuk mengajarkan umat islam tentang makna ketakwaan. Maka dari itu, Allah menetapkan Takwa sebagai predikat kemenangan bagi orang-orang yang berpuasa ramadhan hingga tiba pada puncak kemenangan Hari Raya Idul Fitri.

Perjuangan untuk meraih predikat takwa pada Ramadhan tahun ini memiliki makna yang lebih dalam karena puasa dijalankan ditengah wabah covid-19. Aktivitas sosial dan fisik dibatasi sedemikian rupa untuk mencegah penyebaran wabah covid-19.

Idul Fitri ditengah pandemi justru menjadi momentum bagi umat islam untuk menujukan karakter takwa yang sesungguhnya. Karakter takwa yang muncul dalam bentuk kesalehan sosial yang merupakan ekspresi dari kepatuhan menjalankan ajaran agama tentang kasih sayang, empati, dan kepedulian sesama umat manusia sehingga umat islam menjadi rahmat bagi semesta.

Dari beberapa artikel yang saya baca mengenai idul fitri ditengah pandemi, disitu dijelaskan bahwa lebaran Idul Fitri kali ini masyarakat harus beradaptasi dengan situasi pandemi covid-19. Terlebih di sejumlah daerah telah menerapkan aturan dan protokol kesehatan yang membatasi pergerakan manusia selama pandemi covid-19.

Hal ini membuat nuansa silaturahmi lewat tatap muka secara langsung saat lebaran Idul Fitri bakal minim terjadi. Apalagi sudah ada imbauan untuk melaksanakn shalat ied dirumah masing-masing.

Lebaran Idul Fitri tahun ini juga tak sedikit yang melewatkan momen mudik dan berkumpul bersama kerabat di kampung halaman. Hal ini berkaitan dengan larangan mudik dari pemerintah dan dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona yang kemungkinan bisa terbawa oleh perantau yang mudik kekampung halaman.

Untuk mematuhi aturan tersebut, ada baiknya kita menggunakan jejaring sosial atau memanfaatkan smarthphone untuk bersilaturahmi dengan keluarga dikampung halaman.

Baca Juga :  People Power dalam Pandangan Hukum

Disaat jumlah penderita covid-19 semakin bertambah di indonesia, pemerintah pun diuji untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Apalagi dalam menghadapi idul fitri 1441 Hijriah.

Dan pandemi ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa, menguji kemampuan semua bangsa untuk dapat mengambil hikmah dengan terus berupaya dan berikhtiyar mencari solusi pada setiap masalah yang ada.

Oleh karena itu sangat dianjurkan kepada masyarakat yang mampu untuk dapat berbagi dengan menyantuni masyarakat yang kurang mampu dan dengan memberi apapun itu yang memang bermanfat, kegiatan solidaritas seperti itu merupakan salah satu yang menjadi penguat sesama umat islam.

Kesimpulannya, memang tidak pernah terbayangkan berlebaran dengan berjauhan, kemenangan yang tak dirayakan terasa macam kekalahan namun memaksakan kehendak bukan hal yang diajarkan. Zaman penuh wabah ini adalah momentum untuk tawakal, momentum berserah total kepada tuhan yang maha awal sembari gigih berusaha dengan segala daya bertahan sekuatnya dengan penuh solideritas kepada sesama. Perlu disiplin di masa pandemi bukanlah kesia-siaan, melainkan cara terbaik untuk menyongsong kemenangan agar masih bisa bersua dengan ramadhan berikunya, mari hayati lebaran tahun ini dengan sederhana.

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: