Indikasi Keterlibatan Oknum Polisi Pada Kasus Miras Oplosan di Bojonggambir

oleh -

TASIKMALAYA- Keluarga korban meninggal kasus miras oplosan yang terjadi di kampung Ciawi desa Bojonggambir kecamatan Bojonggambir menuntut pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas serta menangkap penjual dan pemasok miras oplosan yang telah menewaskan 3 pemuda Desa Bojonggambir. Hal itu disampaikan Surya Nugraha keluarga (alm) Rizki (salah satu korban meninggal).

” Saya minta kasus ini dituntaskan, sampai ditangkap penjual dan pemasok miras oplosan tersebut, jangan sampai hal serupa terjadi pada keluarga lain,” ujar Surya saat dihubungi Media Desa Jum’at (23/8/2019).

Surya merasa heran, pasalnya semua keluarga korban yang meninggal dunia diminta untuk menandatangani surat pernyataan mengikhlaskan kematian para korban dan penolakan otopsi oleh pihak Kepolisian.

” Saya heran kenapa pihak Kepolisian meminta kami untuk menandatangani surat pernyataan untuk mengikhlaskan kematian serta penolakan otopsi (alm) Rizki, padahal kami belum membuat laporan atau apapun, bahkan 2 keluarga korban yang lain sudah menandatanganinya,” terang Surya.

Namun pihaknya berkomitmen untuk tidak menandatangani surat pernyataan tersebut dan menuntut pihak kepolisian mengusut tuntas dan menangkap penjual serta pemasok miras oplosan di daerahnya.

” Karena kejadian seperti ini bukan baru pertama kali, ini sudah yang kesekian kalinya dan sangat meresahkan warga, namun penjual miras serta pemasok selalu lolos dari jeratan hukum,” tambahnya.

Bahkan pihaknya meyakini adanya keterlibatan oknum anggota Polsek Bojonggambir yang turut menjadi pemasok miras oplosan yang menewaskan 3 pemuda Desa Bojonggambir tersebut.

” Kami punya saksi mengenai hal ini, bahkan pelaku penjualnya sendiri pernah bercerita pada saksi kami bahwa miras oplosan yang dijualnya milik oknum anggota polisi,”

Rencananya keluarga (alm) Rizki akan meminta bantuan LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya dan PBH PERADI Tasikmalaya untuk mendampingi keluarga korban menuntut pihak kepolisian untuk menangkap penjual dan pemasok miras oplosan yang menewaskan keluarganya.

Baca Juga :  Kades Cantik Di Cilacap Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

“Iya insya Allah kami akan meminta bantuan kepada LBH Ansor dan PBH PERADI untuk menjadi kuasa hukum kami dalam menuntaskan kasus ini” pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Bojonggambir belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini.

Sebagai informasi kasus miras oplosan di kampung Ciawi Desa Bojonggambir Kecamatan Bojonggambir terjadi pada Selasa 20 Agustus 2019, kasus tersebut menewaskan 3 pemuda, masing-masing Aji Padilah (19) dan Rizki (17) warga kampung Ciawi Desa/Kecamatan Bojonggambir meninggal dunia di puskesmas Bojonggambir, serta Iman Suryaman warga kampung Sukasari desa/kecamatan Bojonggambir meninggal dunia di RS TMC Kota Tasikmalaya.

Penulis : Budi

Berikan komentar