Budaya

Ingin Mengenal Barang Pusaka Galuh? Datang saja ke Galuh Ethnic Carnival 2019

CIAMIS- Galuh Ethnic Carnival (GEC) 2019 yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-377 Kabupaten Ciamis menyedot perhatian publik Ciamis dan sekitarnya. Galuh Ethnic Carnival menjadi puncak gelaran seni agenda kesenian dipadukan dengan pameran seni budaya. Dalam pameran tersebut dipertontonkan berbagai benda pusaka dan sejarah Ciamis.
Kalau mau melihat benda pusaka peninggalan kerajaan Galuh datang saja ke stand Museum Galuh. Di sana bisa melihat ratusan koleksi benda pusaka, mulai dari keris dan perabotan zaman baheula peninggalan kerajaan Galuh.

Selain itu berbagai kesenian tradisional yang ditampilkan di antaranya pontrang Kecamatan Cimaragas, Mengleng, Mabokuy asal Kecamatan Rajadesa menampilkan sosok raksasa yang memakai aneka peralatan dapur yang dibuat dari anyaman bambu. Bebegig sawah Kawali, dimana pemainnya juga mengenakan topeng menyeramkan dipadu dengan jerami. Barongan asal Purwadadi.

Kemudian Bebegig Baladewa kecamatan Sukamantri yang sebelumnya juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Pemain mengenakan topeng dengan ekspresi menyeramkan, rambut gimbal yang disusun dari bunga rotan, ijuk, tidak ketinggalan kelontongan yang digantung di belakang.

loading...

Selain itu juga kesenian dari Bandung barat, Indramayu, Karawang yang mengirim tim kesenian egrang yang menjulang tinggi , Garut dengan seni Badawang. Kota Banjar serta terakhir Kabupaten Purwakarta, yang menampilkan penari membawa sapulidi. Semua pentas seni yang ditampilkan, mampu menyedot perhatian seluruh penonton.

“Acara Ini merupakan momen yang sangat baik bertemunya aneka kesenian tradisional yang selama ini berkembang di tengah masyarakat tatar Galuh. Kegiatan Galuh Ethnic Carnival serta pameran budaya, merupakan salah satu rangkaian kegiatan memeringati Hut Kabupaten Ciamis ke-377,” kata Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Herdiat mengaku terpesona dengan aneka kesenian tradisi yang selama ini tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menunjukkan kenekaragaman budaya baik yang benda mauoun warisan budaya tidak benda, baik yang tradisional maupun kontemporer.

Baca Juga  Nyukcruk Galur Pakidulan (Tamat)

“Kegiatan GEC ini bakal menjadi agenda hari jadi Ciamis. Paling tidak GEC dapat ikut memberi sentuhan upaya pelestarian kebudayaan tradisional, sebagi bagian tidak terpisahkan dari kebudayaan nusantara. Kami juga berharap hal tersebut mampu menarik wisatawan,” tuturnya.

Herdiat mengungkapkan beberapa tradisi tatar galuh Ciamis keberadaannya sudah diakui secara nasional. Di antaranya tradisi Nyangku Kecamatan Panjalu, Bebegig Kecamatan Sukamantri, serta gondang buhun Kecamatan Tambaksari. “Kesenian tersebut diakui sebagai warisan budaya tak benda nasional,” katanya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close