Budaya

Ini Dia Cara Seniman Tasik Dinginkan Suhu Politik

TASIKMALAYA- Di tengah hiruk-pikuknya politik yang membuat kehidupan sosial memanas,  sekelompok seniman Tasikmalaya hadir n menyuguhkan ruang baru untuk menyejukan suasana. Para seniman Tasikmalaya ini menggelar pameran lukisan dan berbagai kegiatan lainnya mulai dari tanggal 04-10 Maret 2019 di Rumah Budaya Tasikmalaya (Pendopo Lama) Jalan  Alun-alun Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini digagas oleh Yayasan Anak Cerdas Bangsa dan di suport oleh berbagai komunitas seni budaya di Tasikmalaya.

Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya  Asmansyah Timutiah (Acong) mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan kesenian mulai dari seni rupa hingga lomba musikalisasi puisi. “Kegiatan ini bukan hanya menampilkan seni rupa pada l 4-10 Maret, ada juga workshop seni rupa pada 6 maret kemudian ada lomba Musikalisasi Puisi yang dibuka tanggal 8-10 maret, dan terus nanti ada launcing album musikalikasi puisi 11 penyair tasikmalaya oleh grup el-nina,” katanya.

Acong mengatakan, yang menyelenggarakan acara ini adalah Yayasan Anak Cerdas Bangsa dan kelompok-kelompok seni sebagai sebuah pendukung. Ada dari Komunitas Cermin Tasikmalaya, kemudian Sanggar Sastra Tasik(SST), Terus Komunitas Pion Tasik (KOPITA), Sanggar Kinanti dan Kelompok Satu Arah dan Para Perupa Tasik.

loading...

Ia menuturkan bahwa ada sebuah kerinduan para seniman dalam sebuah ruang interaksi social, karena menurutnya dalam persoalan ekpresi berkesenian seorang seniman tak berhenti berekpresi dalam kehidupan masing-masing namun terbatas dalam ruang sosial.

“ Sangat sedikit di tasik ada ruang-ruang bagaimana seniman-seniman itu dapat berinteraksi dengan sesama kawan, dengan masyarakat umum, nah acara ini menjadi ruang interaklsi, menjadi ruang social yang sangat sehat, terlepas dari persoalan-persoalan seperti persoalan biaya dan sebagainya karena ini murni gerakan kesenian gerilyawan lah, tidak ada beck up dari pemerintah dan lainnya”
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa selain untuk menumbuhkan kegairahan kesenian tasikmalaya motivasi diadakannya acara ini juga untuk menghadirkan ruang sejuk ditengah memanasnya isu politik saat ini.

Baca Juga  Merawat Warisan di Tengah Derasnya Budaya Impor

“ Yang paling penting itu ketika sekarang hiruk-pikuk tentang politik, tentang persoalan-persoalan politik, kami justru membuka sebuah ruang alternative di Susana politik itu dengan sebuah gerlar kesenian, jadi ini sebuah pencerahan di tengah hiruk-pikuk politik,” katanya.

Ia berharap semua pihak di tasikmalaya ini bisa menjaga nilai-nilai kesenian yang ada di tasikmalaya karena menurutnya kesenian itu mencitrakan karakteristik masyarakat.

“Artinya seorang seniman sangat jarang mambawa persoalan-persoalan pribadinya, ia akan membawa amanat-amanat masyarakat, amanat zamannya, jadi apa yang ditampilkan sebuah karya seni ia akan berbicara amanat sebuah zaman. Jadi saya pikir pemerintahan terutaman harus punya perhatian terhadap karya seni baik seni music, seni teater, seni rupa, sastra dan yang lainnya,” pungasnya.

budi

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close