Pertanian

Inilah Inovasi Kader NU Bantu Para Petani di Ciamis

CIAMIS – Ciamis merupakan salah satu daerah lumbung padi di Jawa Barat, karena sebagian besar warganya bekerja sebagai petani. Untuk memenuhi kebutuhan para petani, Miftahurrohman namanya, salah satu kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ciamis Jawa Barat berhasil membuat mesin perontok padi yang sangat dibutuhkan para petani disaat panen tiba.

Di tempat tinggalnya di Lakbok, Miftah panggilannya, ia membuat alat itu dengan kemampuan yang ia miliki.

“Berawal dari kemampuan mengelas, saya mencoba bantu petani membuat mesin perontok padi,” tuturnya, Selasa (4/8). Dikutip dari NU Online.

Kemampuannya ia peroleh semasa kuliah dulu.

“Sebenarnya keterampilan mengelas ini bukan belajar autodidak, meski saya bukan bukan orang teknik,” kata Miftah alumni IAINU Kebumen, Jawa Tengah.

Pria yang juga aktivis PMII Kebumen memulai dan mengasah skill nya sewaktu kuliah di jurusan PAI. Selama kuliah Miftah tinggal di bengkel las milik kakak temannya yang juga aktivis PMII.

“Tidak hanya bengkel las saja, tempat itu juga tempat membuat cetakan genteng, sebagaimana Kebumen yang terkenal dengan produksi gentengnya,” ungkapnya.

Usai menamatkan pendidikan S1, Miftah berinisiatif membuat mesin perontok padi minimalis, yakni mesin perontok padi yang ringan dan mudah dibawa, bahkan sampai ke tengah persawahan yang jauh dari jalan.

Alhamdulillah setelah saya mulai pada 2016 silam, akhirnya mesin perontok padi minimalis ini berhasil kai wujudkan,” katanya di kediamannya Dusun Baregbeg, 14/04, Desa Baregbeg, Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis.

Hasil uji coba buatan pertama mendapat respons dari para petani dengan memberikan beberapa masukan.

“Para petani yang biasa memanen padi bersamanya di sawah selalu memberi masukan akan kekurangan yang ada pada mesin perontok padi minimalis ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Petinggi Sunda Empire Digiring Polisi

Disampaikan, setelah mengalami perbaikan di beberapa hal, akhirnya sejak 4 tahun silam mesin perontok padi minimalis tersebut dibuat secara massal.

“Sekarang saya sering kebanjiran pesanan dari berbagai daerah di antaranya Tegal, Kebumen, Bekasi, bahkan antar pulau yaitu Sumatera Utara,” ungkapnya.

Disebutkan, mesin perontok padi minimalis miliknya telah dites report (uji kelayakan) oleh Balai Mekanisasi Pertanian Provinsi Jawa Barat pada awal Juni 2020 lalu dan hasilnya sangat memuaskan.

Tak hanya mampu menciptakan mesin perontok padi, Miftah sapaan akrabnya pernah nyantri di Pesantren Miftahul Huda Citangkolo Kota Banjar, Jawa Barat dan Pesantren Riyadotul ‘Uqul, Nampudadi, Kebumen, Jawa Tengah pesantren khusus nahwu shorof.

Salah seorang petani Robikin (50) pengguna mesin ciptaan Miftah mengaku senang, karena mesin minimalis buatan Miftah sangat praktis dan dapat meringankan petani dan bisa mempercepat proses memanen padi.

“Senang, banyak teman-temannya sesama petani menggunakan mesin buatan Miftah untuk memanen padi,” ungkapnya.

Penulis : Mesa
Sumber : NU Online

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: