Peristiwa

Irsal Muhammad dan Riska Putri Pimpin PMII dan KOPRI Ciamis

CIAMIS – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Ciamis telah usai melaksanakan Konferensi Cabang yang ke-XIV Kab. Ciamis pada (26/10/2019).

Menurut panitia pelaksana, Konferensi Cabang yang ke-XIV ini dilaksanakan sejak hari sabtu, dengan di ikuti oleh kader dan anggota PMII se-Ciamis dan Pangandaran.

“Konferensi Cabang yang ke-XIV ini dilaksanakan sejak hari sabtu, seluruh kader dan anggota PMII Ciamis dan Pangandaran pun ikut mensukseskan acara ini”, Ujarnya.

Irsal Muhammad dan Riska Putri telah terpilih untuk menjadi pemimpin PMII dan KOPRI PC Ciamis periode 2019-2020.

Dalam sambutannya Ketua terpilih sahabat Irsal Muhammad menyampaikan visi misi PMII satu tahun ke depan yakni, Mewujudkan integritas organisasi berlandaskan Ahlu sunnah Wal Jama’ah untuk PMII ciamis yang lebih progresif dalam mengamalkan Trilogi PMII.

“Aktualisasi dari pada proses-proses kaderisasi massif lah yang bisa menjadi sebuah topangan keberlangsungan organisasi ini tetap utuh, tentunya dengan didasari ke-Aswajaan sebagai manhaj al-fikr wal harokah. Di zaman era digitalisasi ini, mengingat peran mahasiswa sebagai agent social of control, kiranya sudah menjadi keharusan berperan aktif dan responsif dalam menanggapi isu-isu yang ada, dengan pengoptimalan media dan jurnalistik ini, harus bisa dijadikan sebagai refleksi mahasiswa dalam mengasah wacana intlektual yang kritis transformatif. Dan dengan tumbuhnya jiwa profesionalisme inilah, integritas organisasi ini akan terwujud” ujarnya.

Lalu dilanjutkan dengan sahabati Riska Putri selaku ketua KOPRI PMII terpilih menyampaikan visi misi nya untuk satu tahun ke depan, yakni Menuju KOPRI yang maju dan berdaya saing dalam gerakan perempuan di Kabupaten Ciamis.

“Ada beberapa hal yang menjadi titik tekan pada visi dan misi saya, pertama mengenai isu-isu keperempuanan yang jarang tersentuh secara langsung, hanya ada kajian kajian saja atau hanya sekedar diskusi yang membahas hal tersebut, tanpa adanya pengetahuan mendasar yang bisa di jadikan pijakan untuk bertindak, untuk itu melalu advokasi kita akan mengetahui permasalahan apa yang sebenarnya terjadi di kaum perempuan, sehingga kita bisa pecahkan bersama-sama, adapun permasalahan itu pasti akan menghambat ruang gerak perempuan dalam berproses, sehingga menimbulkan ketertinggalan dalam beberapa hal, sehingga misi saya selanjutnya membangun jiwa intelektual kader perempuan, harapannya bisa menghadapi segala permasalahan dan juga berdaya saing. Untuk menunjang hal itu saya juga akan berusaha untuk menjalin komunikasi dengan berbagai stake holder sehingga setelah intelektual yang matang tercapai, para perempuan ini bisa ikut mengawal berbagai kebijakan di daerah” ujarnya.

Baca Juga  Longsor di Garut 3 Rumah Rusak dan 1 Tiang Listrik Roboh
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close