©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Senin, Juni 17, 2019
Peristiwa

Istri Digadaikan Suami Rp 250 Juta Berakhir Tragis

SURABAYA – Zaman sudah edan, ada seorang istri digadaikan suami Rp 250 juta. Kasusnya kini jadi pembicaraan publik. Kasusnya menarik karena berakhir dengan kasus pembunuhan. Kasus ini terjadi di Lumajang, Jawa Timur.

Dilansir dari SURYA.co.id inilah lima fakta kasus tersebut

1. Berawal pinjaman uang

Peristiwa itu bermula saat Hori meminjam uang sebesar Rp 250 juta kepada Hartono (40) warga Desa Sombo.

Untuk peminjaman itu, Hori memakai istrinya sebagai jaminan.
Istri Hori, berinisial R (35) diserahkan ke Hartono sampai Hori mampu melunasi utangnya baru istrinya dapat dikembalikan.
2. Maksud pelunasan utang Hori ditolak Hartono

Setelah satu tahun berlalu, Hori ingin menebus utangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali.
Tapi Hartono meminta agar dikembalikan dalam bentuk uang, bukan diganti sebidang tanah.

Karena kecewa, akhirnya Hori merencanakan pembunuhan terhadap Hartono.

3. Hori salah bacok orang

Hori yang sudah tersulut emosi, tak mampu menahan amarahnya.

Ia bahkan merasa melihat Hartono lewat di depan matanya.

Tanpa pikir panjang, Hori langsung mengayunkan senjata tajam ke arah pria yang mirip Hartono itu.

Tetapi setelah pembacokan, Hori kaget karena yang dibacok ternyata orang lain bernama Muhammad Toha.

Peristiwa itu membuat geger desa setempat.

4. Reaksi Kapolres Lumajang

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, menilai adanya degradasi moral yang terjadi pada Hori.

“Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya.

Saya akan dalami motif sebenarnya.

Kasus ini bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan di balik ini, di mana pelaku menggadaikan istrinya sendiri.

Menurutnya, gadai itu seyogyanya adalah barang dan bukan manusia.

Baca Juga  Kacaukan Pemilu Kapolres Ciamis Perintahkan Tembak di Tempat

“Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama,” imbuhnya.

5. Ancaman hukuman Hori

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran menerangkan pelaku diancam hukuman selama 20 tahun penjara.

“Setelah kami interoogasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan. (dab)

Tinggalkan Balasan