, , ,

Jaga Ketahanan Pangan, Taruna Tani Desa Sukarasa Ubah Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif

oleh -

Tasikmalaya – Kelompok Taruna Tani Kampung Karanganyar memanfaatkan lahan kosong di Desa Sukarasa untuk bercocok tanam guna membantu ketahanan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Desa Sukarasa merupakan salah satu Desa di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki luas lahan kurang lebih 25 Ha. Selama ini pemanfaatan lahan desa hanya disewakan kepada masyarakat yang ingin menggarap lahan tidur tersebut dengan biaya sewa Rp. 1.000/bata/tahun. Dengan harga sewa yang relatif murah, pemanfaatan lahan tidur belum maksimal.

Ketua kelompok Taruna Tani Karanganyar, Deni Rohendi bersama pemuda di kampung karanganyar Desa Sukarasa berinisiatif untuk memanfaatkan lahan tidur milik desa sukarasa dengan bertani.

“Kami mengelola lahan seluas seluas 200 bata, disana kami menanam berbagai jenis tanaman seperti kapolaga, pisang dan kopi. Melalui inisiatif ini, saya berharap pemuda di Desa Sukarasa memiliki kegiatan yang produktif dan bermanfaat” ujarnya kepada Mediadesa.id.

Selama ini, Deni dan para pemuda lainnya bergerak secara sukarela, mereka fokus menanam berbagai jenis tanaman agar lahan tidur bisa lebih produktif dan menghasilkan.

“Maka dari itu kami berinisiatif untuk menggerakan para pemuda dengan mengelola lahan tidur milik desa”, ujarnya lagi.

Patriot Desa Sukarasa, Sakinah Salma Zahirah menginisiasi pertemuan dengan Pemerintah Desa untuk membahas legalitas Taruna Tani kampung Karanganyar. Pasca pertemuan itu, Pemerintah Desa menyetujui usulan forum untuk mengeluarkan SK Kepala Desa untuk Kelompok Taruna Tani Desa Sukarasa.

“Harapannya, dengan memiliki legalitas, kelompok Taruna Tani ini kedepannya bisa lebih produktif, membuka akses pasar yang lebih luas dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak”, ujarnya.

Sakinah memaparkan SK Taruna Tani Karanganyar tersebut merupakan salah satu prasyarat untuk mendaftarkan kelompok Taruna Tani sebagai salah satu kelompok tani binaan BPP Kecamatan Salawu.

Baca Juga :  Gak Kebagian Duit Miliaran Banyak Kelurahan Ingin Jadi Desa

“Kedepannya, Kelompok Taruna Tani Karanganyar akan menjalin kerja sama dalam bentuk penyuluhan dengan pihak BPP Kecamatan Salawu dan akan menjadikannya sebagai pilot project untuk budidaya jahe merah”, katanya.

Selain akan ditanami jahe merah, rencananya lahan yang digarap oleh Deni dan pemuda lainnya akan ditanami juga dengan cabai.

“Patriot Desa dan Kang Deni berencana untuk menanam 3 jenis tanaman berdasarkan jangka waktu tanam, yaitu jangka cepat, menengah dan lama. Untuk jangka waktu tanam cepat, akan ditanami oleh cabai yang memiliki waktu panen sekitar 3 bulan. Sedangkan untuk jangka waktu menengah akan ditanami oleh jahe merah dengan waktu panen sekitar 7-12 bulan. Untuk jangka waktu lama, akan ditanami oleh bisro dan tanaman kayu lainnya dengan waktu panen hingga 5 tahun”, paparnya.

Untuk merealisasikan rencana itu, lanjut Sakinah, patriot desa membantu menghubungkan kelompok Taruna Tani dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Instalasi Salebu Balai Pengembangan Benih Hortikultura.

“Kami akan bekerja sama dalam pengadaan bibit atau benih cabai. Selain kerja sama dalam pengadaan benih, kerja sama pun akan terjalin dalam bentuk pembimbingan atau pelatihan untuk para pemuda Karanganyar dalam bidang pertanian dan perkebunan”, pungkasnya,

Editor : Mesa

Berikan komentar