©mediadesa.id
(0265) 7521140 mediadesa.id@gmail.com
Selasa, Juni 25, 2019
Opini

Jangan Biarkan Eskalasi Berlanjut!

Oleh : Rumadi Ahmad (Ketua Lakpesdam PBNU)

Hal yang paling saya khawatirkan akhirnya terjadi, demo yang berlanjut dengan kekerasan dan sudah menelan korban jiwa (22/5/19). Massa beringas yang tidak jelas asal-usulnya memancing kerusuhan hingga subuh, saat dimana umat Islam pada umumnya tahajud dan menyiapkan makan sahur. Aneh, mereka justru asyik melempar batu ke arah aparat keamanan. Polisi hanya bilang, mereka massa bayaran. https://www.cnbcindonesia.com/…/amplop-di-tengah-demo-ricuh….

Pagi tadi juga dikabarkan markas Brimob diserang massa. Beberapa mobil terbakar. Massa terdesak dan lari ke masjid. Aparat menembakkan gas air mata. Massa pun bilang : “Polisi menyerang umat Islam di masjid”!. Narasi seperti ini memang sedang mereka bangun untuk memunculkan opini bahwa rezim Jokowi anti-Islam. Kampanye yang sudah sering mereka teriakkan jauh sebelum Pilpres 17 April 2019 lalu.

Siapa yang bertanggung jawab? Saya tahu, massa ini tidak sepenuhnya dalam kontrol Paslon 02. BPN sudah menyatakan akan menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan gugatan ke MK. Itu sungguh sangat menggembirakan. Namun, pernyataan sejumlah elit pendukung 02 yang menyatakan akan menempuh jalur jalanan, tidak akan mengajukan ke MK, seperti Amin Rais, harus diminta pertanggung jawaban.

Amin Rais layak disebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab melalui pernyataan-pernyataan yang terus memanasi situasi. Setelah Kivlan Zen dan Eggi Sujana tidak lagi berkutik, Amin Rais masih saja membuat pernyataan yang memanaskan, bukan mendinginkan. Saya sendiri heran, orang semakin tua seharusnya semakin punya kearifan, tapi tidak dengan tokoh satu ini. Dia selalu mengeluarkan aura panas.

Bahkan, Prabowo sendiri tidak pernah menyatakan seperti yang dinyatakan Amin Rais. Prabowo, meski pernah bilang menolak hasil penghitungan KPU, namun dia tidak pernah bilang akan menggerakaan massa ke jalan. Dia selalu mengatakan akan menempuh jalur konstitusional, bukan jalur jalanan. https://news.detik.com/…/gugat-ke-mk-prabowo-saya-tempuh-up….

Baca Juga  Medsos Kebutuhan dan Ancaman

Eskalasi ini harus dihentikan. Yang paling efektif, Jokowi harus komunikasi dengan Prabowo dan membuat pernyataan yang menyejukkan. Ini cara yang paling efektif dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang tentu harus ada upaya serius dari berbagai kalangan untuk menyembuhkan “luka” kebangsaan ini.

Jika Jokowi dan Prabowo sudah ketemu dan sepakat untuk mendinginkan suasana, tapi masih ada kelompok yang terus memprovokasi situasi, harus dinyatakan dengan tegas bahwa mereka bukan pendukung Paslon 02. mereka adalah orang-orang yang memang ingin membuat Indonesia kacau dan mereka menjadi musuh bersama, termasuk menjadi musuh pendukung paslon 02 yang sudah merusak nama Prabowo.

Saya menghargai kerja keras aparat keamanan yang sudah membanting tulang menjaga negara. Mereka kerja keras justru di saat warga sedang tertidur nyenyak. Mereka juga bekerja di saat warga bangun menyiapkan makan sahur. Sebagian besar dari aparat itu pun makan sahur dan menjalan puasa Ramadhan. Terima kasih Pak Polisi dan TNI.

Kelompok-kelompok masyarakat, terutama organisasi keagamaan, pasti juga mempunyai peran penting untuk menghentikan eskalasi ini.

Semoga bangsa Indonesia bisa melewati situasi ini dengan selamat. Saya percaya, Allah akan selalu melindungi negara dan bangsa Indonesia.

Tebet, 22 Mei 2019

Tinggalkan Balasan