Jejak Sejarah Rd. Dewi Sartika di Cineam

MediaDesa.IdBerdasarkan keterangan dan cerita dari sesepuh warga Cineam, pada saat itu Mak Sukaerah (Alm), adalah saksi hidup keberadaan Ibu Raden Dewi Sartika yang mengungsi di Cineam pada zaman penjajahan Jepang dulu. Waktu itu umur Mak Sukaerah (Alm) sekitar 10-11 Tahun, Ibu Raden Dewi Sartika yang datang ke rumah Mak Sukaerah (Alm) (bertamu), dikawal oleh para Tokoh dari aparat pemerintah setempat.

“Seingat emak mah, wanita itu berbadan tinggi besar, kulitnya putih mulus namun sudah kelihatan tua dengan gurat keningratan dan bukan wanita sembarangan”.

Mak Sukaerah (Alm) adalah anak tertua dari Bapak Komico (Kadus) Suharyo (Alm) yang pertama dititipi oleh utusan dari pihak pemerintah setempat, yang beralamat di Kampung Babakan Ciampanan, Desa Ciampanan, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut penuturan dari salah satu warga Cineam, Bapak Suharyo (Alm) adalah seorang yang sangat peduli dengan keberadaan kaum lemah yang mencoba menginginkan pertolongannya, dari manapun dan kapanpun ada tamu yang datang ke kampung ini jika meminta pertolongan maka Bapak Suharyo (Alm) selalu berusaha untuk menolong dan melayani mereka. Itulah yang menjadi latarbelakang Ibu Raden Dewi Sartika dititipkan. Saat itu juga Ibu Raden Dewi Sartika mengungsi di Kampung Babakan Ciampanan dan didamping oleh pengurus Kecamatan.
Waktu itu Ibu Raden Dewi Sartika mengungsi dan tinggal di rumah Panggung (Besar) milik Komico Suharyo (Alm), beliau datang ke Kampung tersebut dengan seorang Ibu-ibu yang kerap dipanggil dengan nama Enong serta membawa seorang anak kecil perempuan. Namun sangat disayangkan, rumah panggung besar milik keluarga Komico Suharyo (Alm) kini sudah direnovasi menjadi sebuah rumah semi permanen tempat tinggal cucunya Mak Sukaerah (Alm).
Dahulu Ibu Raden Dewi Sartika hanya sebentar tinggal di rumah Mak Sukaerah (Alm), beliau jatuh sakit dan tidak lama meninggal kemudian di makamkan di pemakaman umum kampung Babakan Ciampanan. Banyak tamu yang datang yang tidak dikenal, karena bukan warga daerah kampung babakan ciampanan saja.
Sebuah Puisi tertuang di tulis di tugu makam Raden Dewi Sartika :
Kau laksana kilat yang hadir manakala di sebuah lembah itu gelap gulita
Kau laksana minyak kasturi yang suling di ruangan wanginya surgawi
Ibu Dewi Sartika kau harum mewangi ke reungnya para wanita sejati
Kau telah disana namun cahayamu di relung hati kami disini
Dan tak akan pernah pudar warna dan cahayany, kau istri shalehah kiprahmu abadi TuhanMu mencintai manusia sejati yang memberi setitik cahaya pada relung Wanita Pasundan
Kau tiupkan wangi harum Bungan kesturi ke hidung-hidung kami.

Ibu Raden Dewi Sartika meninggal pada hari Kamis, tanggal 11 September 1947, pukul 09.00 WIB. Di makamkan di TPU Kampung Babakan Ciampanan, Desa Ciampanan, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Lalu di pindahkan ke Bandung, sisa-sisa jasadnya diperistirahatkan untuk selama-lamanya berdekatan dengan peristirahatan suami serta kawan seperjuangan pada tahun 1951.

Jenie M.G.S – MediaDesa.Id

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close