Peristiwa

Jenazah Ai Munawaroh WNI yang Dimutilasi di Malaysia Dimakamkan di Pangandaran

PANGANDARAN- Jenazah TKI yang dimutilasi di Malaysia Ai Munawaroh (30), warga Dusun Cirapuan RT 42/RW10 Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat disambut isak tangis histeris pihak keluarganya, Rabu (13/03/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. Rencananya korban sudah dimakamkan Kamis (14/03/2019) pagi.
Pemakaman berlangsung khidmat, para keluarga korban termasuk dua anaknya ikut serta dalam pemakaman. Sementara ratusan warga tampak mengiringi pemakaman.

Ayah korban, Rohili, bercerita, anaknya sempat berpamitan untuk pergi mendampingi bosnya ke Malaysia. Sesampainya di Malaysia pun korban terus memberi kabar kepada orangtuanya. “Tanggal 21 Januari si neng nelpon memberi kabar a sudah sampai di Malaysia. Waktu itu dia bilang akan pulang ke Bandung 23 Januari, tapi sampai awal Maret tak ada kabarnya lagi, mungkin itu percakapan saya terakhir,” katanya.

Rohili mengaku sudah berkali-kali nelpon tapi tidak diangkat Waktu itu taggal 24 Januari. Hapenya masih hidup. “Aneh saya nelpon berkali-kali tapi tidak diangkat, saya menduga segang sibuk tak curiga apa-apa, saya tak nelpon lagi,” katanya. Dan pada tanggan 23 Januari Rohili menelpon lagi karena memang mengira anaknya sudah balik ke Bandung tapi telponnya tak diangkat.

loading...

“Ketika itu saya belum curiga , mungkin sedang sibuk dengan urusannya. Saya masih menduga bahwa dia sibuk dengan urusannya,” katanya.

Seminggu kemudian, Rohili, mendapat telepon dari seseorang yang mengaku petugas KBRI. Petugas KBRI itu mengabarkan bahwa anaknya sudah meninggal dunia di Malaysia. “Saya terkejut mendapat telpon itu tapi sempat curiga kalau orang yang nelpon itu mau menipu. Tetapi setelah dua hari kemudian, datang petugas dari KBRI dan meminta saya untuk berangkat ke Malaysia guna keperluan tes DNA,” terangnya.

Baca Juga  Isu Terkait Kiyai Ma'ruf Amin Dihadang di Pamekasan

Rohili kemudian berangkat ke Malaysia difasilitasi KBRI, kepolisian Malaysia memperlihatkan rekaman CCTV sebelum anaknya dibunuh. Pada rekaman itu terlihat anaknya sedang berada di sebuah hotel bersama bosnya. Kemudian dijemput oleh tiga orang yang diduga sebagai pelakunya. “Pada rekaman terakhir anak saya masuk ke dalam sebuah mobil. Menurut dugaan polisi, anak saya bersama bosnya dibunuh di dalam mobil. Kemudian jasadnya dimutilasi dan dibuang ke sungai,” katanya. Ai Munaworoh yang berstatus janda, memiliki dua anak yang masih berusia 7 tahun dan 4 tahun. Kedua anaknya laki-laki

Dari informasi yang dihimpun mediadesa.id Munawaroh datang ke Malaysia bukan sebagai TKW, tetapi mendampingi bosnya untuk urusan bisnis. Munawaroh bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan germen (konveksi) di Baleendah, Kabupaten Bandung.

Munawaroh bersama bosnya bernama Nuryanto, terbang ke Malaysia pada bulan Januari lalu. Mayat Munawaroh dan Nuryanto yang sudah tak berbentuk itu, ditemukan di Sungai Buloh, Selangor, setelah beberapa hari berada di Malaysia.

Saat ditemukan, polisi Malaysia sempat kesulitan melacak identitas korban. Setelah dilakukan penyelidikan dan uji forensik, akhirnya diketahui bahwa kedua korban adalah Warga Negera Indonsia. Hal itu diperkuat setelah dilakukan tes DNA.

Seperti dilansir CNN Indonesia, aparat kepolisian Malaysia sudah berhasil menangkap pelaku pembunuhan dengan korban Munawaroh dan bosnya Nuryanto. Pelaku yang berjumlah dua orang ini disebut-sebut warga negera Pakistan. Namun, berdasarkan informasi terakhir, penahanan kedua warga Pakistan itu terkait masalah imigrasi. Sementara polisi Malaysia dikabarkan masih memburu pelaku yang sebenarnya.

Setelah kasus ini terungkap dan identitas korban sudah diketahui, akhirnya pemerintah Malaysia yang dibantu pihak KBRI memulangkan kedua jenazah ke pihak keluarganya. Jenazah Nuryanto dipulangkan ke istrinya di Baleendah Bandung. Jenazah Ai Munawaroh (30), korban pembunuhan dengan cara dimutilasi yang terjadi di Malaysia, saat tiba di rumah duka, di Dusun Cirapuan RT 42/RW10 Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (13/03/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. (dab)

Baca Juga  Kembali Pengikut Nabi Sensen Muncul Di Garut

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close