Peristiwa

Kades Diduga Korup, Pendamping Desa Datangi LBH Ansor

TASIKMALAYA, (MD),- Dipolisikannya oknum Kepala Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya menarik perhatian Pendamping Desa Pemberdayaan Bangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (P3MD) Kecamatan Singaparna, Agus Ramdani.

Agus mendatangi LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya sebagai penerima Surat Kuasa dari Pelapor untuk mengetahui duduk perkara kasus tersebut.

“Kedatangan saya kesini untuk meminta informasi terkait adanya pemberitaan di media desa tentang dugaan penyalahgunaan dana desa tahun anggaran 2017 tersebut. Saya diperintah Tenaga Ahli tingkat Kabupaten,” kata Agus, Minggu (9/9/2018).

Menurut Agus, Kementerian Desa sangat mengapresiasi kontrol masyarakat tentang penggunaan dana desa. Termasuk dengan dipolisikannya oknum Kepala Desa ini.

“Maka kedatangan saya kesini ingin mengetahui kronologisnya untuk dilaporkan ke pendamping desa tingkat atas,” ujarnya.

Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Abdul Rofik menjelaskan kronologis keterlibatan oknum Kepala Desa itu. Ia akan mengawal penuh jalannya proses hukum sampai tuntas.

“Intinya agar menjadi contoh bagi siapapun agar tidak terjadi lagi. Silakan ke kepolisian saja karena sudah dilaporkan,” ucapnya.

Kuasa hukum pelapor, Andi Ibnu Hadi mengatakan bahwa kasus ini sangat menyakitkan warga desa yang sedang giat membangun. Dana pembangunan dan rehabilitasi bale warga sangat dinanti tapi tak direalisasi.

“Maka kami laporkan karena patut diduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana desa itu,” tuturnya.

Sebelumnya Media Desa memberitakan bahwa Oknum Kades Cipakat Dipolisikan NU Ranting Cipakat. Oknum tersebut menyalahgunakan APB Desa 2017 tahap dua sebesar Rp. 120 juta. (Budi)

Baca Juga  Di Kota Tasik Pun Dana Hibah Dan Dinas PUPR Bermasalah
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close