Peristiwa

Kafrawi Bantah dirinya Pengurus Aktif PNA

Tapaktuan – Desas-desus keterlibatan komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Selatan, Kafrawi SE sebagai pengurus partai politik kembali beredar di masyarakat Aceh Selatan. Isu ini menyeruak lantaran dalam salah satu persyaratan menjadi komisioner KIP Aceh Selatan terdapat poin penting bahwa calon anggota komisioner tidak boleh terlibat dalam kepengurusan atau pengurus aktif partai politik.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kafrawi SE membantah bahwa dirinya terlibat aktif sebagai pengurus partai, menurutnya hal itu diasumsikan oleh publik karena pada awal berdiri partai PNA dirinya sempat menjadi anggota simpatisan.

” Jadi posisi saya saat itu bukan sebagai pengurus, hanya sekedar simpatisan partai, itu pun pada kisaran tahun 2012,” ujarnya di Tapaktuan, Selasa (25/6/2019).

Alumni fakultas ekonomi Universitas Serambi Mekah ini mengatakan, jika dirinya terlibat sebagai pengurus partai tentu saja hal itu tidak memungkinkannya lulus seleksi sebagai komisioner KIP Aceh Selatan.

” Perlu saya sampaikan pada tahun 2013 sekitar bulan juni, saya sudah mengajukan surat pengunduran diri dari PNA, sehingga ketika mengikuti tes KIP saya hitung itu sudah lebih dari 5 (lima) tahun, sebab persyaratannya komisioner KIP tidak boleh terlibat aktif sebagai pengurus partai selama lima tahun hingga masa seleksi komisioner,” bebernya.

Ia menegaskan, bahwa dirinya memang pernah menjadi simpatisan PNA dan bukan sebagai pengurusnya, sehingga jika ada isu yang beredar bahwa dirinya pengurus PNA itu tidak benar.

“Saya pernah di PNA tapi bukan sebagai pengurusnya,” tampiknya.

Ia juga membantah bahwa nama wakil sekretaris V Kafrawi di dalam SK pengurus DPW PNA Aceh Selatan yang dikeluarkan pada tahun 2017 bukanlah dirinya, lantaran namanya mengikuti gelar SE di belakangnya.

Baca Juga  Gadis Asal Lampung Nyusul Pacar di Ciamis Lalu Pingsan

“Di SK tersebut bukan saya, sebab saya sudah mengambil SE sejak 2011, sementara di SK tersebut tertulis Kafrawi saja,” timpalnya.

Sementara itu lanjutnya,terkait muncul isu pada saat ia mengikuti tes di KIP Aceh Selatan, dirinya juga melayangkan protes ke DPP PNA atas pencatutan namanya sebagai pengurus PNA dan hal itu sudah dibalas dan diklarifikasi DPP PNA, yang berbunyi bahwa DPP PNA meminta maaf atas kesalahan penulisan nomor induk KTP atas nama Kafrawi anggota PNA yang secara tidak sengaja telah menginput nomor induk KTP Kafrawi SE, kedua nomor induk tersebut terlihat berbeda, selanjutnya DPP PNA juga membenarkan bahwa Kafrawi SE telah mengundurkan diri dari anggota PNA pada tanggal 10juni 2013.

“Jadi Kafrawi yang dimaksud bukanlah saya, ketika saya mengikuti test KIP Aceh Selatan saya sudah tidak lagi sabagai terlibat sebagai anggota partai politik, saya sudah mengikuti semua aturan yang ada, kita berada di negara hukum ya kita ikuti hukum,” tandasnya.

Penulis : ZM

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close