SejarahSosok

Karomah Mbah Saribanon

MediaDesa.idTASIKMALAYA. Di daerah priangan Timur banyak terdapat makam (kuburan) tua yang hingga saat ini tidak ada satu penelitian yang terpercaya untuk mengungkap asal-usul keberadaannya. Berbagai referensi berasumsi bahwa makam-makam tersebut erat kaitannya dengan konfigurasi politik kekuasaan VOC di batavia dengan hegemoni Kerajaan mataram di Demak.
Priangan timur adalah pusat perebutan pengaruh antara VOC dari barat dan Mataram dari timur, keduanya memperebutkan dukungan priangan timur, tentunya hal ini terkait erat dengan imperium kekuasaan dan penguasaan kapital keduanya.
Kedua kekuatan ini menyuguhkan strategi yang berbeda untuk meluaskan kekuasaan di priangan timur, VOC merasa lebih tepat untuk membebaskan komunitas adat masyarakat priangan timur dari upeti ataupun pajak, sementara mataram membangun kesadaran spiritualitas agama (islam) untuk melakukan perlawanan terhadap VOC sebagai kafir yang menjajah. Terlepas dari persepsi apapun, jika benar mereka yang dimakamkan di kuburan tua itu adalah sebagai kyai penyebar Islam, mereka patut dihargai atas jasa-jasanya sebagai pencerahan peradaban, tokoh pembebasan, bahkan sebagai pahlawan kemerdekaan.
Seperti halnya Makam tua yang ada di kelurahan Cikalang, tepatnya diatas bukit komplek pemakaman umum Kampung Cikalang Pasantren terdapat Makam tua yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai makam Mbah Saribanon.

Dari cerita turun temurun masyarakat sekitar, keberadaan makam ini erat kaitannya dengan keberadaan Pesantren Cikalang yang posisinya berada di bawah bukit makam Mbah Saribanon.
Menurut keterangan salah satu warga Cikalang yang tidak mau disebut namanya, Mbah Saribanon adalah seorang dari Mataram gurunya Kyai Nurali (Ajengan Nur) yang memiliki hubungan spiritual (konon sebagai guru) K.H. Bakri pendiri pondok pesantren Cikalang.
Masyarakat sekitar meyakini lokasi sekitar makam ini sangat angker. Berbagai cerita tentang Hikmah, keanehan dan bahkan cerita lucu menjadi buah bibir masyarakat sekitar dari zaman ke zaman.
Di kisahkan oleh salah satu masyarakat sekitar, “dulu waktu musim SDSB ada orang yang dilempar dari makam mbah saribanon sampai ke kolam dibawah”. Tempat ini sangat tidak bersahabat bagi siapa saja yang memiliki niat bertentangan dengan ajaran agama.
Selain itu banyak juga cerita sukses hikmah berdoa di tempat itu, “banyak orang sukses yang dulu sering ziaroh ke tempat ini, jadi kyai, pejabat atau pengusaha”.
Menurut warga sekitar, makam ini telah lama sekali tidak ada kuncennya, sekitar sejak tahun 80-an tidak ada penerusnya. (Andi Ibnu Hadi)

Baca Juga  Orang Tasikmalaya Jadi Tokoh Pergerakan Buruh Di Suriname - Amerika
Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close