Opini

‘Kelemahan’ Negara Menjadikan Celah Aksi Teror

MediaDesa.id – Tidak dapat dipungkiri bahwa istilah ”jihad” merupakan salah satu konsep islam yang mulia namun sering di salah pahami, baik di kalangan umat islam sendiri, maupun di kalangan para ahli dan pihak lain. Ketika istilah ini disebut, citra yang muncul dipikiran mereka adalah perang mengangkat senjata lalu melawan orang-orang non-muslim, dan memaksa mereka untuk memeluk islam. Sebegitukah Islam mengajarkan pemeluknya?

Lalu diluar sana para pemangku kebijakan, yang mapan secara ekonomi dan politik, hanya terkonsentrasikan pada kepentingan individualitas serta ambisiusnya, sibuk mencari-cari kesalahan, mendesain taktik, mengamankan peluang dan target-target strategis elistismenya, sedangkan tanggung jawab kepada masyarakat, kode etik dan amanat ”kursinya” atau keimanan (teologis) empirik sosialitasnya mengalami peminggiran dan pemudaran.

Sementara itu masyarakat yang tersebar dalam kantong-kantong ketidak-berdayaan (lower society), terutama secara sosial-ekonomi, dengan terpaksa mengambil jalan pragmatis bernama ”kekerasan” untuk meletupkan atau mengekpresi-kan penderitan nya, melampiaskan kejengkelan dan rasa frustasinya karena kerapkali gagal menembus dinding-dinding brokrasi, tidak mampu membayar ”ongkos” untuk memenangkan kompetisi dalam memburu (merebut) kelayakan hidup serta posisi sosialnya yang sudah cukup lama.

loading...

Maka jelaslah sebabnya, dan kekecewaan terhadap penguasa ini semakin menjadi ditambah dengan sentimen agama seolah menjadi jalan ketidakpuasan atas perilaku negara terhadap kaum kelas menengah kebawah, seolah menjadi ruang ekspresi untuk mengekpresikan ketidakpuasan terhadap negara. (Hafidulloh, PKC PMII Jabar)

Baca Juga  Bangunlah Jaringan Sosial Pedesaan
Loading...

Tinggalkan Balasan

Cek juga

Close
error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close