Kampus

Kemah Bakti Tani Wilayah 2 ISMPI Digelar di Universitas Perjuangan

TASIKMALAYA – Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Wilayah 2 menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti Tani Wilayah 2 ISMPIl dengan tuan rumah penyelenggara Universitas Perjuangan Tasikmalaya.

Kemah Bakti Tani Wilayah 2 ISMPI dengan tema “Gerakan Nyata Mahasiswa dalam Mewujudkan Pertanian Pedesaan yang Berdaulat Berbasis Ekonomi Kerakyatan” ini dibuka dengan Seminar Nasional pada Kamis 31 Oktober 2019 dan dilanjutkan dengan Kegiatan Kemah Bakti Tani hingga tanggal 3 November 2019 di kelurahan Tamanjaya, Kota Tasikmalaya.

Ibnu Ghifari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi, yang juga Koordinator ISMPI Wilayah 2 mengatakan bahwa Kemah Bakti Tani Wilayah 2 Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat tani.

“ Di periode saya Kemah Bakti Tani Wilayah 2 ini terlaksana di Kelurahan Tamanjaya, Kota Tasikmalaya. Tujuan dari Kemah Bakti Tani ini adalah untuk bagaimana mahasiswa pertanian berbagai universitas dari Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat ini terjun langsung berbakti ke lahan pertanian dan subsektor pertanian di dalamnya, mengenal dan memahami secara langsung kondisi masyarakat tani saat ini, khususnya di Kelurahan Tamanjaya,” ujar Ibnu.

Dilihat dari hasil observasi yang dilakukan delegasi mahasiswa pertanian, Ibnu menyimpulkan bahwa keadaan pertanian di Kelurahan Tamanjaya belum bisa dibilang baik karena menurutnya masyarakat tani di kelurahan ini hanya sebagai buruh tani atau penggarap, sedangkan pemilik lahan adalah orang lain sehingga hasil produk pertanian tidak sepenuhnya dinikmati oleh petani, namun harus berbagi hasil dengan pemilik lahan.

“Saya rasa Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dinas Pertanian kota Tasikmalaya dan dinas-dinas terkait belum serius dalam menuntaskan persoalan pertanian di Kota Tasikmalaya. Dibuktikan dengan keluhan-keluhan para petani di Kelurahan Tamanjaya yang menginginkan konsep land reform, dimana pemilik lahan pertanian harusnya dimiliki oleh petani, bukan hanya pemilik modal. Selama persiapan kegiatan Kemah Bakti Tani Wilayah 2 ISMPI ini pun tidak ada bentuk dukungan langsung baik dari tingkat Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya, sampai tingkat Pemerintah Kota Tasikmalaya. Tidak ada yang memperhatikan kegiatan skala wilayah yang dihadiri oleh para mahasiswa pertanian dari empat Provinsi ini.” ujar Ibnu menambahkan.

Baca Juga  IKM STHG Kirim Bantuan Bencana Tasela

Dengan dilaksanakannya Kemah Bakti Tani Wilayah 2 Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) ini telah menjadikan Kelurahan Tamanjaya, Kota Tasikmalaya sebagai desa mitra ISMPI Wilayah2 di periode 2018-2020.

“Besar harapan kondisi pertanian di kelurahan ini terus membaik dengan tidak lepasnya peran mahasiswa pertanian yang tergabung dalam ISMPI Wilayah 2 yang akan mengawal aspirasi petani Kelurahan Tamanjaya, Kota Tasikmalaya untuk disampaikan dan dilaksanakan kepada dan oleh Pemerintahan Kota Tasikmalaya” pungkasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh 18 Kampus dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat dengan jumlah kurang lebih 100 orang delegasi, diantaranya dari Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Universitas Perjuangan Tasikmalaya, Universitas Kapuas Sintang Kalimantan Barat, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Nasional Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Islam 45 Bekasi, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Nusa Bangsa Bogor, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Universitas winaya Mukti Sumedang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Islam Nusantara Bandung, Universitas Galuh Ciamis, Universitas Majalengka, Universitas Wiralodra Indramayu dan Universitas Subang.

(Budi)

Loading...

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close