DesaNasional

Kemendes Minta Pemda Komitmen Optimalkan DAK

Jakarta – Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Taufik Madjid meminta komitmen pemerintah daerah untuk mengawal Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik afirmasi bidang Transportasi Perdesaan Tahun Anggaran 2021.

Hal tersebut disampaikan Taufik Madjid saat memberikan arahan sekaligus membuka forum sinkronisasi dan harmonisasi usulan DAK fisik afirmasi bidang Transportasi Perdesaan Tahun Anggaran 2021, di Jakarta pada Senin (7/9/2020).

Taufik Madjid mengharapkan adanya komitmen yang kuat dari Pemda agar alokasi DAK dapat dilakukan secara optimal, maksimal dan tepat sasaran. Sehingga kebijakan afirmasi yang dilakukan melalui DAK ini bisa berdampak signifikan bagi pembangunan daerah.

“Karena dengan dampak signifikan yang bisa kita capai secara simultan, nantinya akan menentukan terhadap percepatan pemulihan ekonomi kita secara nasional ke depan,” ujarnya.

Melalui forum ini juga, diharapkan seluruh Kabupaten/Kota penerima DAK dapat mempersiapkan pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sehingga ke depan tidak ada lagi kendala-kendala teknis dan administratif yang dapat menghambat kegiatan pelaksanaan DAK dalam rangka mendukung percepatan pembangunan desa, daerah tertinggal, kawasan transmigrasi dan kawasan perbatasan,” ungkapnya.

DAK adalah dana yang bersumber dari APBN dan dialokasikan kepada Daerah tertentu yang bertujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang menjadi kewenangan Daerah dan sesuai dengan Prioritas Nasional.

Sesuai dengan Trilateral Meeting DAK diputuskan Kemendes PDTT menjadi pengampu DAK fisik afirmasi bidang Transportasi Perdesaan TA 2021 dengan menu kegiatan Pembangunan/Peningkatan jalan desa strategis, pengadaan sarana transportasi darat dan perairan, pembangunan dermaga rakyat di sungai/danau, dan renovasi/penggantian jembatan gantung.

“Melalui DAK bidang transportasi perdesaan ini, diharapkan daerah dengan karakteristik khusus seperti daerah tertinggal, kawasan transmigrasi dan kawasan perbatasan dapat melakukan percepatan pembangunan wilayahnya, sesuai dengan kebutuhan bidang masing-masing.” Pungkasnya

Baca Juga :  Negara Perlu Sentuhan Berbasis Desa

(Rifqi/Reza/Humas Kemendes PDTT)

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: