Sejarah

Kenapa Sukapura Berganti Nama Jadi Tasikmalaya

Nama Sukapura dan Tasikmalaya sudah akrab di telinga warga Priangan Timur. Namun siapa sangka bergantinya nama wilayah itu akibat perbedaan wilayah Kabupaten.

Tasikmalaya (sekarang) masuk wilayah Kabupaten Parakan Muncang dan Kabupaten Sumedang. Sementara Sukapura yang berkedudukan di Manonjaya wilayah Sukapura.

Ketika Ibu Kota Sukapura, Manonjaya pindah ke Tasikmalaya maka Kabupaten Sukapura pun melebur menjadi Kabupaten Tasikmalaya. Nama Sukapura tak lagi digunakan.

Kota Tasikmalaya saat ini pun dulunya masuk Umbul Galunggung atau Indihiang yang wilayah teritorialnya dibawah Kabupaten Parakanmuncang. Meski ketika tahun 1820 sudah ada distrik Tasikmalaya yang berpusat di Cicariang Kawalu.

Kemudian tahuh 1901 dimasukan pada wilayah Kabupaten Sukapura dan di tahun 1913 nama Sukapura diganti menjadi Kabupaten Tasikmalaya untuk memenuhi tuntutan Pemerintah Kolonial Belanda.

Nama Tasikmalaya juga banyak penafsiran. Ada yang menyatakan Tasik adalah pasir (keusik) dan laya artinya menghampar. Tasikmalaya diartikan pasir yang menghampar yang katanya akibat letusan Galunggung sekira 8 – 12 Oktober 1822.

Akan tetapi ada juga yang menafsirkan kata Tasik berarti telaga, danau, atau air yang menggenang dan “malaya” berarti jajaran gunung-gunung yang artinya gunung-gunung yang berjejer dalam jumlah banyak.

Meski demikian, kalau merujuk penamaan wilayah dalam buku Miftahul Falah, kedua pendapat tersebut tertolak, karena nama Tasikmalaya sebagai nama daerah sudah digunakan sejak tahun 1820, dua tahun sebelum terjadinya letusan Galunggung pada 8 dan 12 Oktober 1822. (Jani Noor)

Baca Juga  Situ Gede Zaman Baheula Dijadikan Tempat Pembuangan Koruptor
Loading...

Tinggalkan Balasan

Cek juga

Close
error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close