Peristiwa

Kepala Desa Di Ciamis Diduga Rugikan Negara 165 Juta

CIAMIS – Seorang kepala desa diduga lakukan tindak pidana korupsi, Rp 165 juta. Anggaran yang dikorupsi tersebut berasal dari anggaran pembangunan jalan.

Kasus yang menjerat Kepala Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis ini diungkap oleh Polres Ciamis dari hasil informasi masyarakat.

“ Tersangka mengintruksikan kepada Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) untuk mengurangi kualitas insfrastuktur jalan yang dibangun,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso, dalam konferensi pers-nya, Selasa (14/01/2020).

Selain itu tersangkat juga memerintahkan perangkat desa membuat laporan pertanggungjawaban fiktif.

“ Barang bukti yang sudah diamankan yakni uang sebesar Rp 25 juta beserta dokumen-dokumen laporan dari desa,” lanjut Bismo.

Dana desa yang dikorupsi merupakan anggaran tahun 2017 yang berasal dari anggaran APBN, Bantuan Provinsi dan anggaran APBD Pemerintah Kabupaten Ciamis.

“ Uang negara disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, serta digunakan untuk Tunjangan Hari Raya (THR). Kemudian tersangka tidak menyetorkan pajak yang seharusnya disetorkan kepada negara,” katanya.

Bismo menuturkan dalam penanganan kasus ini, audit yang dilakukan oleh Inspekorat Ciamis sampai 9 bulan.

“Tersangka dijerat dengan undang-undang (UU) tindak pidana korupsi pasal 2 dan atau pasal 3 UU nomor 3 tahun 1999. Yang isinya sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dengan ancaman 4 sampai dengan 20 tahun penjara,” jelasnya.

Kasus ini akan dilimpahkan ke Kejaksaan kamis 16 Januari 2020. Dan setelah itu nantinya tersangka akan dipindahkan ke Lapas Kebon Waru, di Bandung.

Pihaknya mengimbau kepada para aparatur Desa, agar berhati-hati dalam menggunakan dana desa dan jangan sampai menyalahgunakan anggaran karena negara dan masyarakat sangat dirugikan oleh tindakan seperti itu.

Penulis : Mesa

Baca Juga :  Sekjen PDI Perjuangan Ikut-Ikutan Kritik Pohon Plastik Tasik

Tinggalkan Balasan

error: Ⓒ mediadesa.id
Close
Close
%d blogger menyukai ini: